Artikel Pendek Tidak Berkualitas ? Kata Siapa ?

Benarkah artikel pendek itu berarti tidak berkualitas? Menurut Anda bagaimana?

Kalau melihat perkembangan di dunia blogging Indonesia, pameo "semakin panjang semakin bagus". rupanya sangat terlihat sekali. Kebanyakan blogger Indonesia akan menulis paling tidak sepanjang 500-1000 kata. Jarang sekali tulisan yang berada di kisaran 200-300 saja.

Padahal kalau tulisan-tulisan tersebut dibaca, intinya hanya sedikit. Kebanyakan adalah bunga-bunga kata, seperti pembukaan, penutup dan segala macam pernak-pernik kata saja.

Tidak sederhana.

Yang simple dibuat menjadi ruwet.

Mungkin karena kebanyakan terdogma bahwa tulisan yang panjang sangat ramah mesin pencari. Memang sih semakin panjang sebuah artikel, maka kata kunci dan sejenisnya bisa dibuat lebih banyak.

Jadi, sebisa mungkin dibuatlah artikel berisi minimum 1000 kata, walaupun sebenarnya bisa disingkat menjadi 300 kata saja.

Mungkin dari situlah pemeo "semakin panjang semakin bagus". Mereka berbicara bukan tentang pembaca,manusia, tetapi tentang bagus dari sudut pandang mesin pencari Google.

The longer the better.

Kalau pendek berarti tidak bagus, kalau tidak bagus berarti jelas tidak berkualitas.

Padahal kenyataannya jutaan orang setiap hari berkunjung ke Detik.com, Kompas.com dan berbagai situs berita lainnya. Sudah jelas disana tulisannya pendek-pendek sekali. Jarang yang lebih dari 300 kata, mayoritas antara 200-300 saja.

Mengapa mereka datang kesana berulang-ulang setiap harinya?

Kenyataan yang ada, kedua website itu dari sisi penulisan, sangat sederhana. Simple. Tetapi inti tulisan berupa informasi bisa tersampaikan dengan baik dalam jumlah kata yang sedikit. Pembaca merasa puas dengan informasi yang diterima.

Itu adalah sesuatu yang menunjukkan kualitas. Para pembaca mengakui hal itu dalam bentuk tindakan kembali kesana.

Jadi, tidak selamanya artikel pendek tidak berkualitas. Sama halnya tidak berarti tulisan panjang selalu bagus, bahkan di mata mesin pencari Google. Artikel pendek atau panjang sama-sama bisa berkualitas atau tidak berkualitas. Bukan blogger yang menentukan hal itu, tetapi sidang pembaca yang akan menjatuhkan vonisnya.

Subscribe to receive free email updates: