Belut Listrik, Kadang Juga Menyetrum Dirinya Sendiri

Belut Listrik, namanya sebenarnya tidak mewakili kenyataan bahwa hewan ini tidak termasuk keluarga belut. Secara ilmiah belut listrik masuk dalam keluarga yang sama dengan ikan lele.

Fauna ini banyak ditemukan di rimba sungai Amazon

Kata listrik disematkan di belakangnya karena kenyataan bahwa ikan berbadan panjang ini mampu mengeluarkan listrik sebesar 600 volt. Tegangan yang cukup mampu membuat seorang manusia terkapar pingsan, walau hampir tidak pernah ada manusia yang tewas karena sengatannya.

Listrik ini dipergunakan sang belut untuk dua tujuan. Yang pertama sebagai alat pertahanan terhadap pemangsa dan yang kedua sebagai alat mencari mangsa/makanan. Sengatan 600 voltnya akan membuat mangsanya seperti burung kecil, katak atau ikan pingsan dan siap untuk disantap.

Belut listrik dapat menghasilkan listrik sebesar itu karena 80% bagian tubuhnya terdiri dari sel khusus bernama electrocytes. Jumlah sel ini mencapai 6000 buah. Sisa 20% bagian tubuhnya dipergunakan untuk organ-organ tubuh lainnya.

Hewan ini juga memiliki pneglihatan yang kabur bahkan hampir buta. Ia tidak melihat hewan atau mangsa yang disengatnya. Untuk bergerak , belut ini mengandalkan pada sebuah sistem pengindra yang berdasarkan getaran listrik untuk menavigasi arah.

Belut listrik juga harus muncul ke permukaan untuk menghisap udara secara teratur. Ia bukanlah ikan yang dapat terus berada lama di dasar air.

Yang lucu dari belut listrik adalah kenyataan bahwa sengatan listriknya dapat menyengat dirinya sendiri. Memang pada saat normal, belut listrik kebal terhadap aliran listrik yang dikeluarkannya. Tetapi ketika terluka, sengatan listriknya dapat berbalik mengenai dirinya sendiri.

----------------------------
Referensi :
Electric Eel
9 shocking facts about electri eel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel