Blog Niche Vs Blog Gado-Gado : Mana Yang Menjamin Kesuksesan?

Duel Blog Niche Vs Blog Gado-Gado sepertinya terus berlangsung. Sangat mungkin akan menjadi duel abadi yang tidak akan pernah berakhir.

Para pendukung (atau pemuja) masing-masing terlihat sama tangguhnya dalam berargumen. Saling menyerang kelemahan lawan sekaligus menonjolkan kekuatan pihaknya.

O ya. Bila kita mencoba memasukkan kata kunci tersebut di dalam mesin pencari Google, maka akan muncul ratusan artikel berisi ulasan tentang kelemahan Blog Niche atau Gado-Gado. Banyak pula yang menekankan kekuatan untuk memilih salah satu jenis blog.

Para pendukungnya seperti para salesman kecap yang meneriakkan bahwa pilihannya adalah yang terbaik. Pilihannya menjanjikan kesuksesan bila diikuti.

Benarkah Dengan Memilih Blog Niche Berarti Kesuksesan Di Depan Mata?

Masa sih? Apakah dengan hanya menulis satu topik sempit sudah berarti sukses berada di genggaman tangan?

Memang dengan menyempitkan topik, maka fokus perhatian, usaha, tenaga bisa terpusat di satu titik. Lebih mudah dalam penanganan. Ceruk pasar yang dituju pun sangat spesifik dan tertarget dengan baik. 

Misalkan blog niche tentang automotif otomatis tidak akan menarik pengunjung yang tertarik tentang masak-memasak. Kata kunci pencarian akan berbeda. Jadi, apabila iklan, misalkan Adsense terpasang, maka besar kemungkinan akan berpadu dengan baik dengan isi atau konten blog.

Ujungnya diharapkan akan menghasilkan klik pada iklan. Klik pada iklan berarti pemasukan pada yang punya blog.

Contoh disini ada Max Manroe dari dalam negeri dengan niche Internet marketingnya. Darren Rowse dari luar negeri dengan blog tentang Blogging dan Fotografi-nya.

Tapi betulkah sudah pasti demikian? 

Kenyataannya ribuan blog niche bertumbangan karena hasilnya tidak seperti teori. Sayangnya, dalam blogosphere memang tidak ada catatan mengenai berapa yang tidak berhasil. Yang tercatat hanyalah mereka yang berhasil. 

Dimanapun sama sebenarnya. Perhatian akan tertuju pada kesuksesan, kegagalan tidak akan pernah dipergitungkan, kecuali yang gagal bangkit lagi dan kemudian menjadi sukses.

Nah, yang berhasil ini menutupi kegagalan-kegagalan yang ada. Padahal tidak terkira banyaknya yang bahkan tidak bisa menghasilkan uang sepeser pun.

Benarkah Blog Gado-Gado Sudah Pasti Berarti Kegagalan?

Hot Chocolate & Mint-nya Diana Rikasari, meski katanya merupakan blog niche (fashion), merupakan contoh blog gado-gado. Isinya beragam mulai dari pamer baju, kegiatan bersama suami, traveling, dan pemasaran bukunya.

Sang pemiliknya mendapat belasan award dan penghargaan dari berbagai organisasi. Ia diundang ke berbagai seminar.

Benablog. Isinya aneh-aneh. Ada curhatan. Ada rencana perkawinan dan sebagainya. Mirip permen Nano-Nano. Jangan ditanya ketenaran yang punya di dunia maya. 

Agus Mulyadi dengan agusmulyadi.web.id nya dengan gaya bahasa kocaknya menulis tentang berbagai macam. Mulai dari soal bapaknya dan celotehan supir angkot sampai traveling dengan turis bule. Yang punya sudah langganan diundang ke berbagai forum.

Lalu? Apa yang mereka capai bisa disebut bukan kesuksesan? Apakah mereka bukan blogger yang sukses?

Tidak mungkin tidak. Itu kesuksesan. Sangat jelas dan sudah pasti. Itu semua yang diimpikan para blogger. 

Sebenarnya banyak nama lain seperti Linda Ikeji (blog gado-gado) atau  Darren Rowse (Blog Niche) yang berhasil menggapai kesuksesan di jalannya masing-masing.

Kesemua ini memberikan contoh bahwa dengan blog apapun, baik niche atau gado-gado, kesuksesan bisa diraih.

Duel para pendukung Blog Niche maupun Blog Gado-Gado sebenarnya hanyalah usaha sia-sia dan memang bak pedagang kecap menonjolkan keunggulan pilihannya masing-masing. Mirip sekali. Mana ada kecap yang nomor 2, semuanya pasti nomor 1.

Ada yang gagal. Ada yang berhasil. Keduanya datang dari kedua jenis blog.

Hal ini menunjukkan sebuah fakta. Bukan pilihan jenis blognya yang membuat sukses. Bloggernya lah yang membuat blog tersebut menjadi tenar, berprestasi, diingat banyak orang.

Kreatifitas, keuletan dan kecerdikan mereka memanfaatkan kekuatan jenis blog mereka lah yang membawa mereka menjadi terkenal. Kepiawaian mereka mengolah kata dan melahirkan artikel-artikel menarik lah yang mengudang pengiklan.

Bukan jenis blognya.


Masing-masing blog karena lahir dari manusia yang penuh kekurangan akan mewarisi sifat manusia, penuh kekurangan tetapi tidak kurang kekuatannya. Tidak ada sebuah jenis blog, apapun itu yang sempurna seratus persen.

Blog hanyalah sebuah bahan mentah untuk diolah. Blogger adalah yang mengolahnya, chef-nya. Mereka lah yang harus meramu berbagai bahan untuk menjadi tulisan yang mengundang minat dan loyalitas pembaca. 

Pembacanya sendiri tidak pernah peduli jenis blog apa yang dimasuki. Kalau mereka menemukan tulisan yang menarik, informatif dan bermanfaat bagi mereka, senanglah mereka dan terbangunlah kesetiaan terhadap blog tersebut.

Jadi sebenarnya untuk apa selalu mempertentangkan antara Blog Niche Vs Blog Gado-Gado. Bukankah waktunya dipergunakan untuk melahirkan sesuatu yang baru dibandingkan hal-hal yang sebenarnya tidak bermasalah.

Ah, saya juga terpancing menulis tentang kedua hal ini. Mudah-mudahan ada manfaat yang diambil bila Anda membaca tulisan ini.

Subscribe to receive free email updates: