Blogger Tidak Perlu Menjadi Manusia Sempurna

Kalau Anda blogger, tentu Anda sudah terbiasa mendengar kalimat-kalimat di bawah ini :

1. Buatlah artikel atau tulisan yang membantu memecahkan masalah pembaca sehingga mereka merasa puas

2. Perhatikan penulisan, jangan sampai ada salah ketik atau salah tulis. Pembaca bisa kabur kalau menemukan hal seperti itu

3. Produksi artikel berkualitas karena content is the king

4. Buatlah artikel bernada positif agar bisa menginspirasi pembaca

5. Dan saterusnya.. dan seterusnya. Silakan tambahkan sendiri dengan yang pernah Anda baca. 

Memang itu tutorial standar yang selalu diajarkan di setiap blog yang membahas tentang blogging. Para guru besar pemilik blog tutorial itu sepertinya berasal dari padepokan yang sama soalnya isinya jadi sama semua, atau mereka mendapat contekan dari orang yang sama. Mbuh lah...

Jujur saja, saya biasanya berhenti membaca pada poin satu kalau ada artikel tutorial tentang cara terbaik ngeblog.

Kenapa?

Karena saya bukan manusia sempurna dan tidak berpikir bahwa ada manusia yang bisa mencapai kesempurnaan. Sementara jargon-jargon yang biasa ditebarkan oleh para "blogger" senior itu seperti mengharapkan para blogger menjadi manusia yang sempurna.

Blogger harus menjadi pemecah masalah bagi orang lain. Blogger tidak boleh berbuat salah walau sedikitpun. Blogger harus selalu menghasilkan yang baik-baik dan tidak boleh memperlihatkan kejelekan.

Semuanya seperti menginginkan blogger menjadi seorang malaikat, yang tidak akan berbuat salah dan selalu bisa menjadi panutan bagi orang lain. Menjadi sumber yang paling bisa dipercaya. Menjadi orang yang paling pintar.

Dan sebagainya.

Padahal kenyataannya, saya yang juga memiliki peran sebagai seorang pembaca sebenarnya tidak menuntut hal itu dari para rekan blogger lain.

Salah ketik atau kesalahan tata bahasa, selama tidak terlalu banyak, akanlah dimaafkan. Selama inti cerita tidak terganggu, ada salah ketik "yang" menjadi "ynag" bukanlah sebuah masalah. Toh, inti artikel tidak berubah. Lalu kenapa harus selalu disarankan untuk "edit edit edit" sampai tidak ada lagi salah ketik, padahal sayang waktunya terbuang hanya untuk mengoreksi yang sebenarnya hanya akan discan oleh pembaca.

Juga, kalaupun artikelnya hanya berisi humor, canda, atau foto lucu yang menghibur, walau akan masuk kelas tidak berkualitas versi SEO , bagi saya itu berkualitas. Artikel lucu seperti itu bisa menyegarkan kepenatan akibat kerasnya hidup sehari-hari. Bagi para blogger tutorial, tentunya tidak akan memandang sebelah mata pada jenis artikel ini, tetapi saya akan membuka mata lebar-lebar untuk menikmatinya.

Selain itu, saya juga tidak perlu Anda, blogger memecahkan masalah saya. Cukup sediakan saja informasinya, tidak perlu banyak, asal jelas. Setelah itu biarkan saya memecahkan masalah saya sendiri.

Rasanya, saya sebagai pembaca tidak menuntut blogger menjadi manusia sempurna. Tapi kenapa para "guru besar" blogger yang suka menulis tutorial cara blogging terbaik itu selalu mengajarkan blogger lain untuk menjadi manusia sempurna ya.

Heran.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel