Buang Sampah Sembarangan Itu Beban Bagi Orang Lain

Kepikiran. Pagi ini dalam perjalanan ke kantor naik Commuter Line alias KRL (Kereta Rel Listrik),di stasiun tempat menunggu, ada seorang pria mengusap hidungnya dengan tisu. Kemudian, setelah itu dia melemparkan tisu bekas pakai itu ke rel kereta.

Mungkin dalam pikirannya, toh nanti juga terlindas oleh roda kereta. Hancur.

Mungkin juga, dia mikir jalur kereta itu bukan bagian dari sebuah stasiun. Kalau di dalam stasiun kan sudah terlihat larangan membuang sampah sembarangan.

Entah yang mana yang ada di pikirannya saat membuang tisu bekas menyeka hidungnya itu.

Bukan kejadian pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir.

Kalau tidak tisu,bungkus permen atau bungkus makanan sudah biasa dilemparkan ke rel kereta.

Padahal, setahu saya yang sudah naik Kereta Rel Listrik selama puluhan tahun, tetap ada petugas kebersihan yang menyapu jalur kereta. Tentu dilakukan di saat keadaan sepi dan tidak ada kereta yang melintas.

Tetapi, memang ada petugas khusus untuk itu.

Mereka lah yang sepertinya ketiban pulung alias tertimpa beban tambahan melakukan hal yang sebenarnya berbahaya. Tidak seorang pun boleh berjalan di jalur kereta. Hal itu akan berbahaya bagi keselamatannya.

Nah, tisu bekas, bungkus permen atau sampah lainnya yang dibuang ke jalur kereta, sepertinya hal kecil. Hanya kalau dipikir ulang, hal itu menimbulkan beban dan dapat berbahaya bagi orang lain.

Coba dibayangkan, kalau saja semua turut pada aturan membuang sampah di tempat yang seharusnya, maka si petugas kebersihan tidak perlu harus turun ke jalur kereta. Tetapi, karena ada sampah, mau tidak mau ia harus mengerjakan sesuatu yang bisa berbahaya.


Apalagi jalur kereta jelas masuk wilayah stasiun, tidak ada stasiun kalau tidak ada jalur kereta. Sudah seharusnyan, aturan yang sudah ada dipatuhi.

Bukankah begitu seharusnya?


Subscribe to receive free email updates: