Bunga Matahari Si Pecinta Matahari Dari Amerika Yang Enak Dimakan

Pernah makan kuaci Bunga Matahari? Pasti pernah. Enak, gurih apalagi kulitnya mudah dikupas.

Tahukah Anda darimana asal Bunga Matahari si penghasil kuaci yang dimakan itu?

Bunga Matahari atau dalam bahasa Inggris disebut Sunflower adalah tanaman yang berasal dari benua Amerika. Flora ini sudah dipergunakan oleh suku Indian penghuni benua tersebut sejak 3000 tahun Sebelum Masehi.

Pada saat itu tanaman ini dijadikan sebagai sumber makanan.

Nah, penyebarannya di dunia dilakukan oleh penjelajah Spanyol , yang dikenal sebagai pelayar ulung di tahun 1500-an. Dari tangan merekalah, Eropa dan berbagai negara lainnya di dunia mendapatkan bibit Bunga Matahari.

Rusia pada abad 19 menanam lebih dari 2 juta acre tanaman Bunga Matahari yang bibitnya didapatkan dari Belanda.

Ciri dan Sifat Bunga Matahari

Bunga Matahari adalah tanaman yang unik. Tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari untuk tumbuh subur. Paling tidak ia membutuhkan 8 jam sehari terkena sinar matahari. Bunganya sendiri akan selalu mencari arah matahari, sifat yang disebut sebagai heliotropis.

Tinggi pohon flora ini rata-rata 3 meter, tetapi tercatat pernah ada pohon Bunga Matahari setinggi 10 meter.

Yang unik lagi dari Bunga Matahari ternyata bunganya sendiri terdiri dari ribuan bunga kecil. Bunga-bunga kecil itu berada di bagian tengah dan berwarna agak kecoklatan. Bunga-bunga kecil ini berdiri sendiri dan dapat saling menyerbuki. Sedangkan makhota yang berwarna kuning menyala bukanlah bunga sesungguhnya.

Dalam setiap bunga matahari paling tidak menghasilkan 1000-2000 biji hasil dari penyerbukan bunga-bunga kecil itu.

Biji bunga ini juga dapat menghasilkan minyak rendah kolesterol.

Seorang astronot Amerika pernah membawa dan menanam biji bunga ini di stasiun luar angkasa.

Subscribe to receive free email updates: