Hutang Harus Dibayar

Di zaman modern seperti sekarang ini, kita memang dipermudah untuk membuat hutang.

Kartu kredit. Kredit Tanpa Agunan. Semua seperti melambai mengundang kita untuk menggunakannya.

Sayangnya, berbagai kemudahan itu sering membuat terlena pada sesuatu hal yang pasti. HUTANG HARUS DIBAYAR.

Hutang adalah pemberian "bantuan" pinjaman oleh pihak lain kepada kita. Tentu saja pemberian bantuan tersebut tidaklah gratis.

Percayalah bahwa ada alasan mengapa ungkapan NO FREE LUNCH dilahirkan.  Tidak ada makan siang gratis. Artinya adalah tidak ada sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma dalam hidup ini. Kesemuanya ada "bayarannya".

Bayarannya bukan hanya sekedar uang saja, tetapi juga berbagai hal lain yang sifatnya konsekuensi dari tindakan kita.

Begitu pula ketika kita menerima bantuan berupa pinjaman atau nama kerennya hutang, debt dalam bahasa Inggris. Bank, perusahaan leasing atau pihak manapun yang memberikan pinjaman akan mengharapkan uangnya kembali. Tidak pernah ada yang dengan sukarela menghapusnya.

Bahkan ketika saudara kita sendiri memberikan pinjaman, mereka pun akan berharap kita mengembalikannya, meski kadang tidak meminta tambahan keuntungan.

Jadi, ketika kita terpaksa harus berhutang, selalu berpeganglah pada kenyataan awal bahwa itu adalah pinjaman yang harus dikembalikan. Jangan pernah berpikir bahwa kita bisa bebas dari kewajiban tersebut.

Mengapa kalau kita mencoba mengabaikan hal ini? Adakah efeknya?

Banyak.

Ongkos yang harus dibayar kalau kita melalaikan hal ini, biaya yang harus dikeluarkan akan lebih besar. Yang paling utama biasanya dalam bentuk jumlah bunga yang terus membengkak. Hutang kita akan terus bertambah.

Ongkos lain yang harus juga ditanggung, yang sering dilupakan orang adalah tekanan dan kepusingan yang terus bertambah seiring dengan lamanya kita menunda melunasi hutang kita. Telpon dari pemberi pinjaman yang datang menagih tentu akan merisaukan bukan hanya kita, tetapi juga anggota keluarga yang lain. Debt collector atau penagih hutang yang menunggu di depan pintu rumah tidak akan pernah memberikan rasa nyaman di hati. Detak jantung kita yang terus meningkat ketika tanggal jatuh tempo datang ataupun ketika telpon berdering juga merupakan "ONGKOS" tak terlihat dari hutang itu.

Sayangnya, kita sering tidak menganggap itu sebagai sebuah ongkos. Padahal ketenangan hidup dan perasaan justru lebih berharga daripada barang atau benda yang kita dapat dari berhutang.

Jadi, kalau Anda ingin hidup tenang, maka tetaplah berpegang pada kata kunci HUTANG HARUS DIBAYAR. Dengan begitu, kita akan terbiasa menjadi disiplin dalam membayar cicilan atau hutang. Sesuatu yang akan membuat kita terhindar dari membayar "LEBIH" dari apa yang kita pinjam.

0 Response to "Hutang Harus Dibayar"

Posting Komentar


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel