Page Loading : Berapa Lama Pembaca Indonesia Bersedia Menunggu?

Page Loading itu adalah waktu yang diperlukan sebuah halaman website untuk tampil di layar monitor Anda. Contohnya, ketika Anda mengklik blog ini, ada jeda beberapa detik sebelum semuanya hadir di gadget atau komputer Anda.

Nah, berapa lama waktunya? 3-4 detik, 5, 7 , 8 dan sebagainya.

Semakin lama waktunya, semakin tak sabar Anda menunggu. Kalau terlalu lama, biasanya Anda akan segera menutupnya dan mencari artikel lain yang sejenis.


Disitulah yang sering menjadi masalah bagi para pengelola web. Kebanyakan tidak tahu berapa lama pembaca bersedia menunggu sebelum beralih ke web lain.

Belum ada surveyor Indonesia yang melakukan penelitian terhadap kebiasaan pembaca. Kalau di luar negeri sudah banyak survey seperti itu. Apalagi di Amerika Serikat.

Di negeri Paman Sam itu survey menunjukkan bahwa mereka mengharapkans sebuah web tampil dalam waktu 2 detik sejak diklik. Kalau lebih dari 3 detik, mereka akan beralih.

Samakah dengan di Indonesia?

Banyak blogger Indonesia, karena tidak adanya data di Indonesia, menelan mentah-mentah apa yang dikatakan oleh surveyor Amerika itu. Dua tiga detik dijadikan patokan dan target. Bahkan seorang blogger sukses Indonesia pernah bilang bahwa ia kebat kebit alias khawatir kalau blognya menurut GTMetrix atau Pagespeed Insight tidak bisa mencapai 2-3 detik.

Ia takut pengunjungnya kabur. Sudah pasti itu.

Hanya menurut saya sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir seperti itu. Ada beberapa hal yang berbeda antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Perbedaan itu adalah
  • Amerika Serikat adalah negara yang masuk 10 negara dengan internet tercepat di dunia. Lihat di sini
  • Indoensia , internetnya jauh lebih lemot dan menduduki peringkat 108 dunia. Lihat artikel ini.
Dari sini saja sudah terlihat. Survey yang dilakukan di Amerika dengan perangkat yang sangat cepat dan masyarakatnya terbiasa dengan itu. Bandingkan dengan kelambatan yang sudah biasa dialami pembaca Indonesia.

Masyarakat Amerika akan menuntut web tampil cepat karena tahu internetnya sangat kuat. kalau di Indonesia? Masyarakatnya juga sudah tahu betapa lambatnya internet di negaranya. Mereka memiliki standar yang berbeda.

Jadi, tidak bisa menelan mentah-mentah hasil survey di negara lain lalu dipakai di Indonesia. Hal itu bisa menyesatkan karena variabel surveynya tidak sama. Peringkat 8 dan 108 sangat jauh berbeda. Tidak bisa patokan di negara lain dipakai di Indonesia.

Lalu berapa lama Pembaca Indonesia bersedia menunggu?

Kalau hasil pengamatan, baik di kantor atau di kereta pada para pengguna gadget. Saya lakukan dengan cara mengintip kalau mereka membuka sebuah website. Hasilnya berkisar antara 8-15 detik sebelum mereka beralih ke web lain.

Selama itu saya belum menemukan ada yang memutuskan berpindah ke lain web dalam waktu 2-3 detik.

Memang kalau bisa 2-3 detik mengapa tidak. Tetapi mengingat infrastruktur Indonesia dalam hal ini masih tertinggal jauh, angka tersebut hampir mustahil tercapai.

Mungkin 5-10 tahun lagi setidaknya bisa mendekati, tetapi tidak sekarang.

Jadi, jangan terlalu kejam pada web sendiri. Copot plug in ini. Kurangi gambar hanya untuk mengejar target 2-3 detik itu. Hasilnya bisa jadi tampilan web kita menjadi sangat tidak menarik. Gambar yang ditampilkan menjadi buram karena terlalu kecil ukurannya.

Saya pernah mengalami itu karena mengejar target 2-3 detik. Hasilnya jelek sekali. Setelah saya memutuskan untuk tidak terlalu ketat dalam target page loading, tampilan blog menjadi lebih baik. Ternyata, pengunjung tetap berdatangan dan terus meningkat setiap bulannya.

Jangan korbankan blog Anda hanya karena terpengaruh blogger sukses yang tidak jeli melihat perbedaan data saja.

Subscribe to receive free email updates: