Semua Orang Melakukan Pencitraan

Upss! Saya mendengar suara-suara protes tentang judulnya.

Mungkin karena dewasa ini di Indonesia, kata tersebut, pencitraan selalu berkesan negatif. Belakangan ini kata tersebut selalu dikaitkan dengan usaha untuk memanipulasi pandangan publik terhadap seseorang, terutama figur publik seperti artis atau politisi saja.

Padahal, menurut pandangan saya, yang kebetulan pernah belajar mengenai ilmu sosial dan budaya, kata tersebut jauh dari kesan manipulatif.

Mari kita perhatikan sedikit beberapa pandangan tentang definisi kata tersebut :

" Pencitraan adalah membuat suatu hal agar citra kita menjadi baik dimata publik, mungkin para pejabat di negara kita sudah sangan fasih melakukan hal tersebut.
contoh : update status dan ngetweet di twitter agar dibaca orang banyak"

Ada juga yang memberikan seperti di bawah

1.Pencitraan adalah gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi maupun nonpribadi.
2.Penggambaran tentang suatu tokoh atau seseorang dalam situasi dan kondisi tertentu.
3.Persepsi banyak orang tentang ucapan, tindakan dan perilaku seseorang pemimpin
Kalau dilihat dari pandangan-pandangan tentang pencitraan, bisa disimpulkan bahwa pencitraan adalah sebuah usaha untuk menampilkan citra (terutama positif) kepada khalayak atau orang banyak.

Apakah Anda setuju tentang itu?

Nah, sekarang perhatikan apa yang pernah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa contoh yang menarik

  • Ketika Anda sedang melamar kerja, mungkinkah Anda memakai pakaian sehari-hari atau kita akan coba sedikit membuat diri kta terlihat rapi dan profesional
  • Ketika kita pergi ke undangan perkawinan atau apa saja, bisakah kita pergi tanpa setidaknya berdandan
  • Ketika Anda sedang menjalin hubungan, berpacaran, apakah Anda berani secara terus terang memperlihatkan keburukan Anda pada pacar Anda?
  • Ketika Anda berbicara dengan seseorang, tidak pernah kah Anda berusaha untuk menunjukkan bahwa diri Anda lebih (baik dalam pengetahuan, dalam pengalaman, dalam hal materi) kepada lawan bicara
  • Ketika Anda sedang memamerkan foto-foto dari jalan-jalan ke luar negeri, apa kira-kira yang ingin disampaikan kepada yang melihat
  • Ketika, anak Anda berhasil masuk sekolah unggulan atau ternama, lalu Anda update status di sosial media, lalu apa tujuannya?
  • Ketika Anda sedang sakit atau berada dalam kesusahan, lalu Anda menuliskan sepenggal curhat ke account Facebook, tidak kah pernah terpikir bahwa hal tersebut akan membentuk sebuah image atau citra bahwa Anda orang yang sabar?

Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Kesemua ini suka atau tidak suka adalah bagian dari pencitraan secara personal. Istilahnya sering dibuat keren dengan istilah personal branding.

Sesuatu yang buruk?

Tidak. Pencitraan adalah kata netral. Baik dan buruk adalah masalah persepsi yang melihat. Sebuah usaha pencitraan bak pedang bermata dua, bisa menghasilkan kesan baik, tetapi bisa juga menghasilkan kesan buruk.

Hanya dalam hal ini , saya hanya menunjukkan bahwa melakukan pencitraan dilakukan oleh semua orang. Bukan hanya politisi, artis atau figur publik. Semua orang melakukan pencitraan.

Itu adalah bagian dari kodrat seorang manusia yang merupakan makhluk sosial. Sejak lahir kita sudah diajarkan bagaimana menjadi orang baik, jarang yang diajarkan menjadi orang jahat. Biasanya kita dididik untuk belajar menampilkan yang terbaik di muka umum dan bukan sisi jeleknya.

Berbasa-basi adalah sesuatu yang diajarkan kepada kita. Hal ini adalah sebuah norma kesopanan di banyak masyarakat. Kadangkala walaupun kita tidak menyukainya, hal tersebut harus dilakukan karena kita tidak ingin dicap sebagai orang yang tidak tahu sopan santun.

Nah, bukankah itu juga sebuah usaha pencitraan.

Anda bilang bukan? Bisakah sebutkan alasannya. Darimana Anda bisa mengetahui yang mana pencitraan dan yang mana yang bukan? Besar kemungkinan Anda tidak akan bisa membedakan keduanya.

Untuk mengetahui apa itu sebuah usaha pencitraan atau bukan hanya bisa dipastikan dengan mengetahui hati dan pikiran seseorang. Pada kenyatannya, manusia tidak bisa menebak hati atau pikiran orang lain.


Mengatakan seseorang melakukan pencitraan adalah sebuah hal yang ironis karena setiap hari, kita, manusia juga melakukannya. Seperti menunjukkan satu jari kepada orang lain dan 3 jari lainnya kepada diri kita sendiri.

Terlebih lagi, dengan melakukan hal itu kita menuduh orang melakukan sesuatu tidak secara iklas. Sesuatu yang sebenarnya kita tidak tahu persis dan bisa buktikan.

Bukan begitu , Kawan?

Richard F. Gerson (1994) dalam Buchari Alma (2008:54) memberikan definisi atau pengertian citra tentang bagaimana konsumen, calon konsumen, dan pesaing melihat anda, reputasi anda adalah apa yang orang-orang katakan kepada pihak lain. Anda memerlukan baik citra penampilan fisik dan juga citra bisnis professional sebagai reputasi positif, jika ada yang kurang, bisnis anda bisa gagal,

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bisnis/apa-itu-pencitraan_54f7204da33311096f8b456d
Richard F. Gerson (1994) dalam Buchari Alma (2008:54) memberikan definisi atau pengertian citra tentang bagaimana konsumen, calon konsumen, dan pesaing melihat anda, reputasi anda adalah apa yang orang-orang katakan kepada pihak lain. Anda memerlukan baik citra penampilan fisik dan juga citra bisnis professional sebagai reputasi positif, jika ada yang kurang, bisnis anda bisa gaga

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bisnis/apa-itu-pencitraan_54f7204da33311096f8b456d

Subscribe to receive free email updates: