Terusan Panama Memakan Korban Lebih Dari 25.000 Dalam Pembangunannya

Terusan Panama adalah nama sebuah kanal yang menghubungkan dua samudera besar dunia, Samudera Pasifik dan Atlantik.

Terusan ini dibuat melintasi tanah genting Panama. Panjangnya sekitar 82 kilometer.

Pembangunannya sendiri memerlukan waktu yang panjang dan juga biaya yang tidak sedikit. Bukan hanya dalam bentuk materi tetapi juga dalam bentuk jiwa.

Pada proyek pembangunannya yang pertama, yaitu di awal Januari 1880, proyeknya dikerjakan oleh Perancis di bawah pimpinan Ferdinand De Lesseps. Proyek ini terhenti 13 tahun kemudian di tahun 1893 dengan berbagai alasan.

Salah satu alasannya adalah kehabisan biaya karena pada tahap ini pembangunan Terusan Panama sudah menghabiskan uang US$ 280 juta. Perusahaan pembangunnya akhirnya dinyatakan bangkrut dan menimbulkan skandal yang menyeret De Lesseps dan tokoh pembanguna Menara Eiffel , Gustave Eiffel, ke pengadilan.

Alasan lainnya adalah korban manusia yang sudah mencapai 22.000 jiwa. Angka korban yang tinggi ini disebabkan oleh gigitan nyamuk yang menyebabkan malaria, kecelakaan dan juga sanitasi yang buruk.

Pembangunannya kemudian dilanjutkan oleh Amerika Serikat di tahun 1904-1913. Proyek ini berhasil dan kedua Samudera terhubung. Amerika mendapatkan hak menyewa Terusan Panama hingga tahun 1999. Setelah itu Terusan Panama diserahkan kepada Panama.

Dalam proyek tahap kedua 1904-1913, korban jiwa yang jatuh mencapai lebih dari 5.600 orang. Penyebabnyapun tidak berbeda jauh, kecelakaan dan penyakit malaria.

Selama 33 tahun, total waktu yang diperlukan untuk membangun Terusan Panama, lebih dari 25.000 orang kehilangan jiwanya.

Ongkos yang harus dibayar untuk menghemat waktu perjalanan kalau terusan ini tidak ada. Sebuah kapal harus memutar ke ujung Selatan benua Amerika dan menempuh jarak kurang lebi 8,000 kilometer lebih jauh dibandingkan kalau melalui terusan ini.


--------
Referensi :

Panama Canal

Fascinating Facts About the Panama Canal

Subscribe to receive free email updates: