10 Hal Yang Perlu Dilakukan Kalau Di-PHK

Bukan saya berharap Anda di-PHK dengan menulishal-hal yang terkait dengan Pemutusan Hubungan Kerja. Saya berharap hal itu tidak pernah Anda alami karena sangat tidak menyenangkan.

Meskipun demikian, harus pula lah kita sadari bahwa sebagai seorang karyawan, buruh atau apalah namanya, kadang hal itu dapat saja menimpa. Suka atau tidak suka hal tersebut sangat mungkin terjadi pada siapa saja.

Saya pun pernah mengalaminya.

Berdasarkan pengalaman itulah, saya ingin berbagi sedikit bagaimana saya berhasil mengatasi masa-masa sulit nan menyebalkan itu. Mungkin pengalaman ini dapat dimanfaatkan kalau ada yang sedang mengalami nasib yang sama.

(Baca juga : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Bukan Kiamat)

Nah , kira-kira apa yang perlu dilakukan Kalau di-PHK (bukan Pemutusan Hubungan Kekasih lo, tetapi Pemutusan Hubungan Kerja)

Yang Perlu Dilakukan Kalau Di-PHK

1) Terima lah Kenyataan


Yap. Itu langkah pertama. Terima lah kenyataan bahwa kita dipecat dan jasa kita tidak diperlukan lagi oleh perusahaan.

2) Pastikan bahwa Anda mendapatkan pesangon


Kalau PHK dilakukan bukan karena kesalahan yang kita perbuat, pastikan bahwa perusahaan membayar pesangon dan uang jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Uang ini akan sangat diperlukan untuk menunjang kehidupan kita.

Kalau pun PHK dilakukan karena kita membuat kesalahan, masih ada hak kita yang tetap perlu dibayarkan. Baca dengan teliti peraturan perundang-undangan tentang ketenagakerjaan.

3) Umumkan kepada keluarga


Jelaskan kepada seluruh anggota keluarga kita mengenai situasi yang sebenarnya. Jangan ditutup-tutupi. Untuk menghadapi masalah sesulit ini, butuh kerjasama dan peran serta seluruh anggota keluarga untuk menemukan masalahnya.

4)  Berhemat


Perlu pengaturan ulang terhadap struktur APBRT, Anggaran dan Pendapatan Belanja Rumah Tangga. Hilangkan berbagai pos yang tidak perlu seperti makan di luar, beli baju baru dan sebagainya.

Sudah pasti hal ini harus dilakukan agar uang pesangon atau pisah yang didapatkan jangan sampai habis sebelum kita mendapatkan sumber penghasilan baru.

5) Ubah Gaya Hidup


Ini sangat menentukan. Besarnya pengeluaran akan bergantung pada gaya hidup yang kita pergunakan. Kalau gaya hidup membutuhkan biaya yang besar, kurangi hingga menjadi sesederhana. Tujuannya untuk mengerem pengeluaran yang tidak perlu

6) Buang Rasa Gengsi dan Ego


Kalau posisi di perusahaan lama Anda adalah manajer berpenghasilan besar, kemudian ada tawaran bekerja dengan posisi lebih rendah, terima. Anda membutuhkan pemasukan agar rumah tangga tetap berjalan.

Meskipun hanya untuk sementara, jangan ragu untuk menerima pekerjaan yang juga tidak sesuai dengan keinginan kita.

Begitu juga, kalau istri, pasangan kita berniat membantu dengan bekerja, buang rasa gengsi akan terkalahkan oleh sang istri. Menemukan sumber penghasilan demi berjalannya keluarga lebih penting daripada ego kita.

7) Hubungi Teman dan Kolega


Semakin banyak teman dan kolega yang kita punyai akan memperbesar peluang kita mendapatkan pemasukan baru. Tentu bukan dengan cara meminta uang, tetapi teman atau kolega biasanya memiliki channel atau hubungan dengan pihak-pihak yang mungkin membutuhkan jasa kita.

8) Sebarkan lamaran pekerjaan


Dengan selesainya hubungan kerja di tempat lama, status kita seperti kembali ke awal. Kita masuk kembali ke pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, sebarkanlah lamaran kerja ke berbagai perusahaan.

9) Rintis usaha


Kalaupun usia kita ternyata sudah tidak begitu cocok bagi pasar tenaga kerja yang ada, cobalah memulai usaha baru. Inti dasar dari bekerja adalah mendapatkan penghasilan dan selain menjadi karyawan, memulai sebuah bisnis bisa menjadi sumber penghasilan.

10) Tetaplah semangat


Dalam situasi sesulit ini, rasanya memang dunia dan masa depan terlihat suram. Sangat sulit untuk tetap bersemangat.

Hanya, kalau aura negatif dan muram tetap dipertahankan, efeknya akan terasa ke semua orang di dekat kita. Mereka pun akan ikut down dan muram. Rentetan ini akan membuat suasana semakin suram dan bisa menimbulkan depresi.

Untuk itu tunjukkan bahwa semangat itu tetap ada dan bisa ditularkan kepada anggota keluarga yang lain.

Yang terakhir, dan rasanya tidak perlu dimasukkan dalam daftar ini adalah BERDOA. Semoga yang Maha Kuasa memberikan titik terang dan jalan keluar bagi masalah yang kita hadapi.


Kira-kira itulah hal yang perlu dilakukan kalau di-PHK. Percayalah akan selalu ada jalan keluar dari setiap masalah.

Subscribe to receive free email updates: