Berbagai Kursi atau Tempat Duduk di Stasiun-Stasiun Commuter Line Jabodetabek

Belum seragam. Foto-foto ini menunjukkan bahwa kursi atau tempat duduk yang ada di berbagai stasiun Commuter Line Jabodetabek belum memakai sebuah standar tertentu.

Bentuknya berbagai rupa. Ada yang sekedarnya dan terbuat dari bekas rel tak terpakai dan ada yang memang sudah didesain, yang katanya meniru dari luar negeri.

Perhatikan di bawah ini.

Kursi di stasiun cilebut
Kursi di Stasiun Cilebut
Foto di atas menunjukkan versi yang sudah lumayan lama dipakai. Mungkin kalau tidak salah sejak tahun 1990 kursi plastik keras seperti ini dipakai.

Tempat duduk di stasiun lenteng agung
Tempat Duduk di Stasiun Lenteng Agung
Versi yang lebih tua dengan memanfaatkan rel bekas. Tidak begitu nyaman diduduki, tapi untuk para komuter selama ada yang bisa dijadikan untuk melepas penat yah akan diduduki.

Tidak begitu nyaman karena jaran dengan tanah agak pendek sehingga orang berkaki panjang harus menekuk kakinya atau menselonjorkan jika mau duduk disitu.

Tempat Duduk di Peron Stasiun Tanjung Barat
Sudah lebih baikan dari versi rel bekas. Memakai besi tabung berjajar 3 dan membentuk tempat duduk. Lebih nyaman karena kaki tidak perlu menekuk karena jarak dengan tanah cukup untuk kaki.

Stasiun Gondangdia juga memakai tipe yang sama.

Tempat duduk di stasiun Gondangdia
Nah, yang ini katanya meniru dari sebuah negara yang katanya sudah maju perkeretaapiannya (Jepang?)
Sandaran di stasiun Pasar Minggu


Tidak bisa disebut tempat duduk karena memang tidak bisa diduduki. Lebih tepatnya disebut sandaran saja untuk menyandarkan bagian belakang tubuh sebentar sambil menunggu.

Banyak mendapat protes karena tidak nyaman tetapi PT KCJ mengatakan cukup untuk sekedar menunggu kereta yang biasanya tidak lama.

Mulai banyak ditemukan di beberapa stasiun, seperti Pasar Minggu dan Manggarai.

Yang terakhir, bangku, kursi, atau tempat duduk yang kerap menjadi bahan perbincangan. Menunjukkan bahwa banyak orang Indonesia tidak peka dan tidak bisa membaca simbol dengan baik.

Kursi atau tempat duduk prioritas di stasiun Manggarai
Namanya kursi atau temoat duduk prioritas. Paling nyaman di antara yang lainnya. Memangbharus begitu karena ditujukan untuk 4 kategori orang, lanjut usia, ibu hamil, penyandang cacat, dan ibu membawa balita. Oleh karena itu diberikan simbol dari keempat kategori itu.

Kalau di luar negeri seingat pengalaman saya mengunakan sarana sejenis, kursi jenis ini akan tetap kosong meski dalam keadaan penuh dan sesak kalau tidak ada orang yang masuk kategori itu. Kalau di Indonesia, sebaliknya, tidak akan pernah kosong, bahkan jika pun ada orang yang seharusnya berhak, kebanyakan yang duduk disana justru orang-orang yang sehat dan tidak berhak.

Maklum. Orang Indonesia kebanyakan ingin jadi politisi dan gemar berebut kursi atau tempat duduk.

Nah, itulah berbagai tempat duduk di stasiun-stasiun Commuter Line.

Subscribe to receive free email updates: