Mungkin Hal Ini Bisa Mengurangi Ketakutan Manusia Terhadap Kuntilanak dan Genderuwo

Mungkin Hal Ini Bisa Mengurangi Ketakutan Manusia Terhadap Kuntilanak dan Genderuwo


Kagum saja. Sesuatu yang sebenarnya ditakuti justru bisa dipergunakan untuk mendapatkan uang dan mempertahankan dapur tetap ngebul.

Siapa yang tidak takut dengan sosok kuntilanak atau genderuwo? Jarang sekali orang yang bisa tidak lari kalau bertemu dengan para legenda perhantuan Indonesia ini. Jangankan bertatap muka, bahkan di saat melewati tempat yang sepi dan gelap saja, otomatis otak menimbulkan imajinasi terkait para tokoh utama dunia gaib di Nusantara ini.

Padahal, dan lucunya, kebanyakan dari orang Indonesia sebenarnya juga tidak tahu seperti apa persisnya keduanya. Mayoritas hanya pernah melihat kuntilanak atau genderuwo via televisi, yang reporternya kemungkinan besar juga belum pernah melihat secara langsung.

Dan sang reporter atau pembuat film pun menangguk uang banyak dari menjual imajinasi yang menakutkan kepada masyarakat. Ironisnya lagi, masyarakat pun bersedia merogoh koceknya hanya untuk ditakut-takuti dan mereka menikmatinya.

Perilaku yang sama pun rupanya menginfeksi banyak orang pada kalangan yang lebih "rendah" dari reporter atau pembuat film. Di berbagai acara atau even yang menghadirkan kerumunan, semakin mudah menemukan para penjual "imajinasi menakutkan" seperti ini.

Contohnya, pada acara Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di beberapa kota.

Sosok Kuntilanak lebih mudah ditemui. Tidak lagi perlu pergi ke kuburan atau tempat angker untuk menemukan mereka. Dan, juga tidak perlu di malam hari. Di pagi hari pun sekarang mereka mudah dijumpai.

Rupanya, ketakutan manusia terhadap tokoh makhluk halus ini ikut menginspirasi mereka-mereka yang kreatif untuk mendulang recehan dan mendapatkan nafkah. Tidak tahu juga berapa tarif Kuntilanak yang asli kalau mereka diundang hadir, tetapi yang versi KW seperti yang banyak dijumpai di siang hari, recehan 2000 atau 3000 rupiah sudah bisa membuat sang kuntilanak tersenyum (paling tidak dalam hati).

Yang melihat pun juga tersenyum senang dan bahkan dengan suka hati berselfie dengan sosok berbaju putih dan berambut jabrig karena jarang ke salon itu. Tidak nampak ketakutan di muka mereka. Yang ada adalah kegembiraan.

Ada bagusnya juga kehadiran para Kuntilanak KW ini. Mungkin ketakutan masyarakat pada tokoh-tokoh dunia perhantuan ini menjadi lumer.

Bisa jadi di suatu masa nanti, para kuntilanak asli yang akan heran karena tidak ada lagi manusia yang takut kepada mereka. Bisa jadi juga mereka akan kebingungan cara untuk membelanjakan recehan yang akan diberikan kepada mereka karena pastilah mata uang yang dipergunakan di dunia perhantuan dan dunia manusia berbeda. Kecuali disana ada money changernya.

Entahlah, tetapi kehadiran para kuntilanak KW ini memang lucu dan jauh dari menakutkan.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam dan didelete.

Mohon maaf kalau terkadang admin tidak ada balasan dari admin karena terkadang ada komentar yang dirasa hanya pernyataan dan tidak perlu direspon