Pertigaan Lampu Merah Jalan Wahid Hasyim Menuju Gondangdia Cermin Semrawutnya Lalu Lintas di Ibukota

Pertigaan Lampu Merah Jalan Wahid Hasyim Menuju Gondangdia Cermin Semrawutnya Lalu Lintas di Ibukota


Kalau ingin melihat suguhan menarik setiap hari, sekaligus melihat betapa buruknya mental pengguna jalan di Jakarta, ibukota Indonesia, tidak perlu jauh-jauh berkeliling kota itu. Cukup pergi saja ke pertigaan lampu merah Jalan Wahid Hasyim yang mengarah ke stasiun Gondangdia dan kawasan Menteng.

Iya, cukup disitu saja.

Semuanya ada kok. Maksud saya, semua jenis pelanggaran aturan yang tertulis dalam Undang-Undang tentang Lalu Lintas bisa dilihat disini.

Menerobos lampu merah, tanda berhenti, termasuk hal umum ditemukan. Justru tidak umum kalau tidak menerobos. Kemudian melawan arah juga mudah ditemukan karena terjadi setiap waktu. Bukan cuma pengendara motor yang melakukannya, supir bajaj berhasil mengimbangi pemotor dalam hal buruk ini dan terkadang mobil pun melakukannya.


Hasilnya, seru. Bunyi klakson saling bersahutan dan terkadang ditambah dengan teriakan marah entah pengemudi mobil, pengendara bajaj, atau pemotor yang kendaraannya bersenggolan.

Lucunya, sebagaimanapun keras mereka menekan klakson atau berteriak, pada akhirnya mereka tetap sulit bergerak karena arus kendaraan saling mengunci dan menghambat. Untuk maju sedikit saja butuh perjuangan berat karena terhalang kendaraan yang melawan arah. Semuanya berjuang untuk maju satu dua meter saja.


Juga jangan takut terlewat. Pertunjukkan diadakan hampir setiap hari. Hampir karena kadang, sekali dua saja ada petugas polantas dan DLLAJR yang mengatur. Juga tak kenal waktu dan bisa dilihat hampir setiap waktu, kecuali dini hari sepertinya. Yang paling seru dan ramai adalah pagi hari saat jam masuk kantor dan pulang kantor.

Lebih seru lagi di bulan puasa karena rupanya mereka yang di jalanan sama sekali lupa bahwa intisari puasa adalah menahan diri. Justru saat bulan puasa merupakan puncak mengingat banyak kantor pulang lebih cepat agar pegawainya bisa berbuka puasa di rumah. Demi ibadah.

Bikin senyum bin miris melihat kebrutalan jalanan Jakarta seperti ini.

Tetapi, setidaknya buat saya tontonan menarik karena saya tidak perlu terlibat di dalamnya. Stasiun Gondangdia kurang 10 menit saja dari kantor, jadi saya hanya perlu berjalan kaki dan tidak terlibat dalam keseruan di pertigaan Jalan Wahid Hasyim Jakarta ini.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam dan didelete.

Mohon maaf kalau terkadang admin tidak ada balasan dari admin karena terkadang ada komentar yang dirasa hanya pernyataan dan tidak perlu direspon