Berita Bisa Dibuat dan Dibuat Menjadi Viral


Agak miris juga dan juga ngenes, bukan karena membaca kisah pedagang bakso yang jualan sambil membawa balita seperti screenshot di atas. Justru, yang membuat rasa itu timbul adalah karena mengikuti sebuah tayangan di acara Talkshow yang dibawakan oleh si Plontos Dedy Corbuzier, Hitam Putih tentang ini (edisi 3 Juli 2017). Dalam acara ini diberikan beberapa bukti bahwa berita bisa dibuat dan dibuat menjadi viral.

Disana dihadirkan seorang wanita, yang mengatakan bahwa berita yang menjadi viral di media sosial dan juga diliput banyak media adalah sebuah berita yang tidak benar. Wanita ini adalah istri dari sang pedagang bakso tersebut.

Ia menyebutkan bahwa ia tidak pernah lari dari rumah seperti yang banyak ditulis. Justru, sang istri mengatakan bahwa ia terpaksa bekerja sambil membawa anak lainnya yang lebih kecil di Surabaya dan tidak bisa menghubungi karena tidak memiliki handphone.

Rupanya. menurut sang istri foto itu mungkin dibuat memang untuk sengaja mendatangkan iba.

Entah, benar atau tidaknya apa yang dikatakan sang wanita dalam hal ini. Tetapi, sang host di acara tersebut menekankan sesuatu yang sangat tepat, yaitu "Berita Bisa Dibuat dan Dibuat Menjadi Viral".

Masyarakat Indonesia dewasa ini cenderung tertarik akan segala sesuatu yang "heboh". Mereka cenderung langsung percaya dengan apa yang tersebar di media massa atau media sosial. Tidak jarang mereka langsung mempercayai apa yang dibaca dan dilihatnya dan kemudian ikut berkomentar tanpa mencoba melihat sisi lainnya yang mungkin tidak diketahui.

Sebagai hasilnya, banyak orang kreatif yang memanfaatkan kebiasaan tersebut untuk keuntungan mereka, baik untuk mendatangkan keuntungan dalam materi atau menjatuhkan orang lain. Tidak jarang mereka membuat berita "khusus" untuk memancing perhatian dan rasa iba dari netizen dan pada akhirnya bisa mendatangkan materi bagi dirinya.

Sudah banyak terbukti bahwa berita bisa dibuat dan buzzer kemudian bisa menjadikannya viral dnegan berbagai cara. Untuk itulah mengapa kita harus selalu berhati-hati saat menerima informasi, terutama yang berasal dari media massa.

Sebisa mungkin, cobalah melihat dari sisi yang lain, sebelum kemudian memutuskan untuk terlibat atau membiarkan rasa iba atau marah menguasai kita.

Tahanlah jempol Anda, lakukan re-cek sebelum membiarkan jempol Anda menekan huruf-huruf di smartphone.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel