Menjadi Orang Yang Konsisten Itu Susahnya Bukan Main, Ternyata


Bicara mudah, mewujudkannya susahnya bukan main. Kata orang, baik yang pintar atau bodoh, kalau mau maju maka seseorang harus bisa konsisten.

Konsisten dalam artian pantang mundur untuk terus maju walau ribuan hambatan menghadang. Tidak gentar menghadapi hujan badai dan angin untuk mencapai target dan tujuan. Tidak juga berhenti walau ada 10 ribu polisi menghadang.

Mengatakannya.. eh menuliskannya gampang.

Saya bisa menuliskannya 10 ribu kali.

Tetapi hal itu tidak merubah kenyataan bahwa saya belum bisa konsisten di Blog Umum Sekali.

Beberapa waktu yang lalu, saya menetapkan bahwa blog Umum Sekali akan mengandalkan pada kecepatan untuk menerbitkan artikel. Dengan kata lain, saya mentargetkan untuk terus menerus mengeluarkan artikel, baik atau buruk ke dalam blog ini.

Terus menerus yah.

Tetapi kenyataannya, sudah lumayan juga sejak artikel terakhir terbit disini. Adalah hampir sekitar 2 bulanan.

Sesuatu yang menunjukkan sebuah fakta tak terbantahkan, inkonsistensi. Jelas sekali dan pasti.

Memang ada alasannya, seperti saya harus mengelola beberapa blog yang lain, mengurusi RT di lingkungan kompleks, dan masih ada beberapa hal lain yang benar-benar menghambat kegiatan ngeblog saya dan menurunkan produktifitas dalam mengeluarkan tulisan.

Disitulah masalahnya.

Konsistensi lahir bukan karena ada jalan mulus sehingga orang bisa ngebut 200 km perjam. Untuk membangun konsistensi, seseorang sudah pasti akan berhadapan yang namanya masalah.. lha ya wong namanya manusia hidup, masalah itu akan selalu hadir, dicari atau tidak.

Jadi, hambatan itu haruslah dihadapi dan dipecahkan, jika mau konsistensi itu terbangun. Kalau tidak, ya tidak ada yang namanya konsistensi.

Memang, ada banyak hal lain dalam kehidupan kita ini yang terkadang menjadi hambatan, tetapi hal-hal itu seharusnya tidak dijadikan alasan. Kalau dijadikan alasan, maka akan muncul tanpa henti, ribuan alasan lain yang meminta pembenaran dan dianggap lebih penting daripada ngeblog.

Pasti itu.

Tetapi, seharusnya kalau memang berniat untuk konsisten, maka saya harus bisa mengatur waktu agar hambatan itu tidak lagi menjadi hambatan. Hambatan itu harus diatasi. Kalau tidak maka tidak akan lahir yang namanya konsistensi.

Jadi, mau tidak mau harus diakui, di Blog Umum Sekali, saya belum bisa menjadi konsisten. Masih jauh dari itu.

Sebuah masalah yang harus segera diatasi kalau saya mau blog ini hidup dan berkembang.

Subscribe to receive free email updates: