Hati-Hati Kalau Dicakar Kucing

Hati-Hati Kalau Dicakar Kucing

Hati-Hati Kalau Dicakar Kucing

Kucing adalah hewan yang paling umum dijadikan binatang peliharaan dimanapun. Bukan hanya di Indonesia saja, tetapi juga di belahan dunia lainnya.

Sikapnya yang manja kepada manusia,. Tingkah lakunya yang lucu kerap menjadi penghibur bagi yang memeliharanya.

Meskipun demikian, selayaknya kita tetap berhati-hati dalam bergail dengan hewan lucu yang satu ini. Ada terselip bahaya saat bergaul dengannya.

Salah satunya adalah cakar atau gigitannya.

Kerap terjadi seekor kucing yang mengajak bercanda mempergunakan gigi atau cakarnya dan akhirnya menyebabkan luka. Tidak jarang juga kucing yang sedang dalam masa kawin menjadi begitu ganas dan galak sehingga tidak jarang menyebabkan luka.

Bila hal itu terjadi, segeralah lakukan tindakan terhadap luka yang disebabkannya.

Hari ini, dua hari setelah tangan tercakar kucing, saya terpaksa harus pergi ke dokter untuk memeriksakan luka yang disebabkan cakaran kucing yang sedang dalam masa kawin. Beberapa luka yang ada di lengan kanan selama dua hari menyebabkan badan meriang dan luka menjadi berwarna merah karena meradang.

Tangan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Sakit rasanya ketika menggerakkan lengan, sehingga bahkan mennyabuni badan ketika mandi sekalipun menyebabkan ringisan keluar. Tidur pun menjadi tidak nyaman karena demam tidak berhenti sepanjang malam.

Rupanya, luka bekas cakaran kucing tersebut ada satu yang agak dalam dan terinfeksi. Demam, sakit, dan oto yang kaku adalah hasil dari luka yang terinfeksi dan menjadi radang.

Akibatnya, mau tidak mau, terpaksalah harus minum 3 jenis obat, yaitu anti radang, anti demam, dan anti biotik. Tidak enak. Sayangnya, suka atau tidak suka, obat-obatan itu harus ditelan untuk mencegah peradangan yang lebih buruk lagi.

Dokter juga menyebutkan kalau obat sudah habis dan kondisi masih tetap sama, saya harus kembali menghadap dia. Kalau itu terjadi, butuh penanganan yang lebih "keras" dan "serius" karena ditakutkan bisa menimbulkan efek yang lebih parah lagi.

Keder juga mendengarnya. Sesuatu yang sebenarnya hal "kecil" ternyata bisa berakibat fatal kalau tidak ditangani secara cepat. Padahal, begitu tercakar, saya sudah membersihkan luka dengan air bersih, tetapi rupanya tidak cukup.

Yah, sebuah pelajaran berharga untuk tidak menganggap remeh sesuatu. Luka kecil akibat dicakar kucing, yang semula dianggap remeh, sudah membuat hidup terasa tidak nyaman selama dua hari terakhir.

Ternyata juga memaksa beberapa lembar uang yang tersisa di dompet keluar untuk membayar biaya pengobatan.

Jadi, kawan, kalau Anda dicakar kucing, atau hewan peliharaan Anda lainnya, jangan anggap remeh. Segera bersihkan sesegera mungkin dan kalau bisa segera periksakan ke dokter agar efeknya bisa segera ditangani.

Jangan sampai mengalami hal yang sama seperti saya, yang terpaksa menggigil karena demam selama dua hari terakhir.

Tidak nyaman lo.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar