Rumah Kosong Tak Terurus Bukan Cara Investasi Yang Baik

Rumah Kosong Tak Terurus Bukan Cara Investasi Yang Baik

Rumah Kosong Tak Terurus Bukan Cara Investasi Yang Baik

Belakangan ini banyak sekali orang yang memandang sektor properti sebagai sebuah lahan investasi yang bagus. Banyak dari mereka kemudian membeli rumah dengan harapan suatu waktu harganya akan menaikkan dan artinya bisa memberikan keuntungan dalam beberapa tahun ke depan.

Tidak salah. Rumah adalah sebuah kebutuhan pokok dan dengan semakin berkurangnya lahan untuk dijadikan perumahan, memang hampir bisa dipastikan harga properti akan terus menerus meningkat.

Sayangnya, banyak dari investor jenis ini, lupa bahwa investasi perlu dirawat dan diurus. Tidak ada investasi yang bisa memberikan keuntungan maksimal kalau tidak dijalankan dengan baik.

Dalam hal rumah kosong yang tidak terurus, jelas bukanlah contoh cara berinvestasi yang baik.

Beberapa hal ini memperlihatkan hal tersebut, yaitu :

1. Ketika rumah dibeli, maka harga termasuk bangunannya, bukan hanya tanahnya

Hitung-hitungan harga beli sebuah lahan dengan rumah, adalah termasuk harga bangunan yang berdiri di atasnya.

Dengan membiarkan bangunan tak terurus dan tidak terawat, hal itu berarti uang investasi yang ditanam dalam bentuk bangunan terbuang percuma. Padahal, kalau diurus dengan baik, maka bangunan itu bisa dijual ulang dan keuntungan bisa didapat.

2. Lahan dengan bangunan rusak, lebih sulit dijual

Lahan kosong lebih mudah dijual karena saat tidak berisi apapun, pembeli bisa melakukan apapun yang diinginkannya. Lebih mudah bagi mereka untuk mendirikan bangunan seperti yang diidamkannya.

Berbeda dengan lahan yang sudah ada bangunan bobrok di atasnya. Pembeli akan berpikir dua kali karena untuk mendirikan bangunan baru, mereka harus mengeluarkan biaya untuk merubuhkannya dulu sebelum bisa membangun rumah atau apapun disana.

3. Kerugian Nama

Masyarakat dimana rumah kosong tak terurus berada sudah pasti tidak akan merasa nyaman dengan keberadaannya. Rumah kosong seperti ini adalah sumber dari penyakit dan bahaya bagi masyarakat.

Hal ini membuat buruk nama sang pemilik rumah. Sesuatu yang sebenarnya merupakan kerugian sosial bagi sang pemilik.

Kesemua ini pada akhirnya merugikan bagi mereka yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk properti/rumah. Meski, mungkin mereka tetap merasa untung dengan stabilnya kenaikan harga tanah, tetapi sebenarnya keuntungan yang mereka raih tidaklah sebesar yang mereka bayangkan. Banyak potensi pemasukan dan kerugian di hal lain yang mereka terima karena menelantarkan rumah tersebut.

Jadi, rawatlah rumah dimana Anda berinvestasi. Perlakukan seperti investasi agar bisa memberikan hasil dan keuntungan maksimal.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar