Bangku di Selokan, Bukti Kucing-Kucingan PKL dan Satpol PP

Bangku di Selokan, Bukti Kucing-Kucingan PKL dan Satpol PP

Kucing-kucingan antara PKL dan Satpol PP (Pamong Praja) sering terjadi dimanapun. Bukan hanya di kota besar seperti Jakarta, tetapi di banyak kota lain.

Terkadang berakhir mengenaskan, tetapi tidak jarang ada rasa lucu saat melihatnya. Masing-masing sedang menjalankan fungsinya. Yang satu sedang berjuang mencari nafkah bagi keluarganya, yang lainnya sedang melaksanakan tugas menertibkan dan sekaligus juga mencari penghidupan bagi anak dan istri di rumah.

Lucu, karena terkadang menghadirkan momen tak terduga.

Seperti bangku kayu yang terpaksa nongkrong di selokan.

Pedagang makanan kaki lima di kawasan Pasar Anyar Bogor ini terburu-buru menyembunyikan peralatan dagangannya karena ada patroli satpol PP lewat.

Berbagai barang yang berukuran kecil bisa dikemas dalam tas dan kantong plastik sehingga mirip dengan orang sedang berbelanja. Tetapi, bangku kayu panjang menjadi masalah karena tidak mungkin dibungkus kantung plastik, padahal benda ini akan mudah terlihat dan petugas bisa mengidentifikasi pemiliknya sebagai PKL. Tentunya hal yang tidak diinginkan.

Ditambah dengan waktu yang mendesak karena petugas patroli yang semakin mendekat.

Tidak kurang akal, dan mungkin karena sudah tahu situasi dan kondisi, sang pedagang langsung memasukkan bangku kayu itu ke dalam selokan yang setengah berair dan penuh sampah.

Tidak terlihat dan akhirnya lolos dari pantauan petugas.

Tertawa juga melihatnya. Walau tetap tahu bahwa sang pedagang kaki lima sebenarnya melanggar aturan ketertiban, tetapi tetap saja terbersit melihat adegan seperti itu. Mirip dengan Tom & Jerry yang tidak pernah akur.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel