Capung Hidup Lebih Lama Di Dalam Air Dibandingkan Di Daratan

Capung Hidup Lebih Lama Di Dalam Air Dibandingkan Di Daratan

Capung Hidup Lebih Lama Di Dalam Air Dibandingkan Di Daratan

Capung adalah hewan umum yang sering ditemukan dalam keseharian. Biasanya orang akan melihatnya beterbangan kesana kemari, terutama di padang rumput. Hal ini membuat orang menduga bahwa hewan ini lahir dan hidup di daratan dan udara saja.

Padahal, tidak demikian faktanya. Dalam siklus hidup capung, mereka hidup lebih lama di dalam air dibandingkan di daratan atau udara.

Tidak percaya?

Begini cerita tentang perjalanan hidup seekor capung, mulai dari telur hingga dewasa.

1. Telur

Capung dewasa akan kawin dan kemudian sang betina akan bertelur di wilayah yang ada airnya, seperti sungai atau danau terdekat. Mereka akan meletakkan telurnya di berbagai tanaman air yang ada disana.

2.Nimfa

Telur menetas dan kemudian menjadi larva. Larva itu akan mengalami pergantian kulit beberapa kali sebelum kemudian berubah menjad nimfa.

Nah, nimfa ini hanya bisa hidup di dalam air.

Nimfa capung terkenal ganas karena merupakan predator yang makan segalanya, mulai dari serangga, ikan kecil, hingga anak katak. Bahkan, tidak jarang mereka memangsa sesama nimfa.

Nimfa butuh waktu dari 6 bulan hingga 4 tahun sebelum berubah menjadi capung dewasa dan keluar dari air.

3. Capung Dewasa

Setelah mengalami pergantian kulit yang lumayan banyak, hingga 12 kali, nimfa berubah menjadi dewasa dan tidak lagi hidup di air.

Inilah yang kemudian terlihat oleh manusia beterbangan kesana kemari.

Berapa lama capung dewasa bisa hidup? Tidak lama. Setidaknya lebih pendek dari lama hidup nimfa, yaitu antara 2 hingga 4 bulan saja.

Jadi, begitulah faktanya, bahwa capung sebenarnya menghabiskan hidupnya lebih lama di dalam air daripada di daratan.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar