Cara Menikmati Sushi atau Sashimi Supaya Tidak Mual [Eneg]

Cara Menikmati Sushi atau Sashimi Supaya Tidak Mual [Eneg]

Cara Menikmati Sushi atau Sashimi Supaya Tidak Mual [Eneg]

Sushi atau Sashimi adalah jenis kuliner yang berasal dari negeri Sakura, Jepang. Kuliner ini merupakan ciri khas dan kebanggaan dari negeri para Samurai tersebut.

Belakangan ini, keduanya mulai merambah ke Indonesia dan banyak sekali gerai yang mencantumkan sushi atau sashimi ke dalam daftar menu mereka.

Sebenarnya merupakan kesempatan yang bagus untuk bisa mengenal budaya dan kehidupan bangsa lain, tanpa harus pergi ke negara asalnya.

Sayangnya, sushi dan sashimi adalah dua jenis makanan yang mengandalkan pada ikan atau produk laut yang "mentah" alias tidak dimasak. Hal ini sangat berlawanan dengan lidah orang Indonesia yang segala sesuatunya harus matang.

Tidak jarang, orang merasakan mual atau eneg saat mulai memasukkan potongan sushi ke dalam mulutnya. Kondisi ini sering menyebabkan mereka tidak bisa menikmati lagi potongan-potongan berikutnya.

Cobalah lakukan beberapa hal sederhana ini supaya Anda bisa menikmati sushi atau sashimi tanpa harus merasa mual atau eneg.

1. Jangan Bayangkan Mentahnya

Penolakan tubuh dan lidah acapkali karena bayangan yang ada di benak kita sendiri. Begitu juga dalam hal makan sushi.

Membayangkan ikan mentah yang sedang meronta-ronta hendak dipotong dan juga darah berceceran tidak akan membantu sama sekali untuk menikmati makanan.

Bahan-bahan mentah sushi dan sashimi sudah dibersihkan sedemikian rupa sehingga potongan-potongannya bersih dan terjaga. Bahkan, kalau menurut penjelasan, ikan yang akan dipotong-potong menjadi sushi atau sashimi sudah dilap dengan memakai handuk khusus dan dipotong secara higienis.

Jadi, jangan pernah bayangkan kuliner khas Jepang ini diolah sembarangan. Kebersihannya sangat terjaga dan berasal dari bahan yang terpilih. Jangan bayangkan seperti lele karena keduanya kebanyakan berasal dari tuna atau salmon, dua jenis ikan yang harganya lumayan mahal dan harus ditangkap di laut luas.

2. Sushi dan Sashimi

Kalau Anda belum bisa makan sashimi, coba nikmati sushi saja dulu.

Berbeda lo.

Sushi adalah gulungan nasi kecil dan terkadang dicampur potongan sayuran sedangkan sashimi hanyalah potongan ikan mentahnya saja.

Keduanya sama-sama enak dan gurih sebenarnya, tetapi bagi yang belum biasa, tentunya sulit menikmati. Cobalah mulai dengan sushi saja karena masih ada nasi dan hal itu bisa membantu memberikan rasa yang lidah kita kenal, yaitu nasi (dan potongan sayuran).

Barulah setelah terbiasa dengan sushi, Anda bisa melangkah dengan sashimi.

3. Manfaatkan Shoyu dan Wasabi

Shoyu adalah kecap Jepang karena merupakan ciri khas kuliner negeri Sakura itu. Rasanya asin.

Jika belum terbiasa dan takut rasa amis di lidah, shoyu bisa menjadi pemecah masalah tersebut. Rasa asin kecap ini akan menutupi rasa asli sushi atau sashimi. Dengan begitu, lidah tidak akan langsung kaget menerima cita rasa yang berbeda dengan yang biasa kita nikmati.

Apalagi kalau di dalam shoyu ditambahkan wasabi, sambalnya orang Jepang. Rasa pedas wasabi yang dicampurkan ke dalam shoyu dijamin akan lebih menambah kepercayaan diri untuk menikmati sushi dan sashimi.

Meskipun bahkan tanpa keduanya, sushi dan sashimi itu sama sekali tidak amis, tentunya dengan tambahan shoyu dan wasabi, akan semakin tidak terasa amis selain asin dan pedas.

4. Minum Setelah Makan Sepotong

Kalau masih merasa ragu, siapkan saja minuman di sebelah piring. Pilihan yang pas adalah Lemon Tea, atau kalau benar-benar khawatir merasa mual, bisa pesan Cola. Ada juga Ocha atau teh Jepang yang sebenarnya lebih pas lagi untuk makan sushi atau sashimi.

Suapkan sepotong sushi atau sashimi dan kemudian coba nikmati, entah dengan shoyu/wasabi atau polos saja. Rasakan lembut dan gurihnya daging ikan di lidah. Kalau ternyata tetap ada penolakan, minumlah seteguk untuk menghilangkan kekagetan lidah terhadap cita rasa "aneh".

Jangan berhenti, lanjutkan dan ulangi sepotong demi sepotong. Pada akhirnya, maka Anda akan terbiasa dengan cita rasa tersebut.

Inti dasar menikmati sushi atau sashimi supaya tidak mual adalah pembiasaan. Bagaimanapun, sesuatu yang berbeda dan tidak kita kenal cenderung ditolak pada awalnya.

Oleh karena itu, perlu ada usaha untuk membiasakan lidah kita terhadap cita rasa yang tidak biasa itu. Semakin sering dilakukan, maka lidah pun akan semakin terbiasa dan lama kelamaan akan menerima.

Jangan bayangkan yang tidak-tidak sebelum makan karena hal itu akan meningkatkan resistensi dan sudah menimbulkan ketakutan bahkan sebelum mencoba.

Pengalaman ini sudah saya terapkan pada anak saya, si kribo yang ternyata hingga sekarang malah menjadi pecinta sushi dan sashimi. Ia bahkan biasa makan keduanya tanpa bantuan apapun karena katanya rasanya lebih enak dibandingkan dengan kalau dicampur dengan shoyu.

Kalau masih tidak bisa juga, yah bisa pesan saja makanan yang dimasak. Banyak kok jenis makanan khas Jepang lainnya yang sudah dimasak hingga matang. Walau sayang saja kalau sampai kehilangan kesempatan mencoba dan mengenal makanan kebanggaan negeri para Bushido ini.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar