Lakukan 7 Hal Ini Supaya Anda Menjadi Pengendara Yang Membantu Menghindarkan Kemacetan

Lakukan 7 Hal Ini Supaya Anda Menjadi Pengendara Yang Membantu Menghindarkan Kemacetan

Lakukan 7 Hal Ini Supaya Anda Menjadi Pengendara Yang Patuh

Macet. Macet. Macet dimana-mana. Semua mengeluh dan saling menudingkan jari kepada orang lain sebagai biang dari kemacetan. Masyarakat menunjuk aparat berwenang, polisi sebagai penyebab. Tidak luput juga pemerintah yang dianggap tidak menyediakan jalanan yang cukup lebar dan transportasi umum.

Pemerintah sendiri juga menuding masyarakat pengguna jalan sebagai ikut berkontribusi pada kemacetan karena banyaknya pengendara yang tidak mau patuh pada aturan berlalu lintas.

Padahal, kalau mau tertib, semua pihak harus mau ikut serta untuk membantu dan berkontribusi. Saling tuding dan tuduh tidak akan pernah menjadi pemecah masalah. Yang ada malah kekisruhan dan polemik berkepanjangan.

Dan semuanya itu bisa dimulai dengan langkah sederhana saja. Jika kita sudah melakukan 7 hal ini, maka berarti kita sebagai pengguna jalan sudah berpartisipasi dan berkontribusi dalam mengurangi terjadinya kemacetan di jalan.


1. Bawa Surat-Surat Kendaraan dan SIM

Ini yang paling pertama harus dilakukan. Pastikan sebelum berkendara, semua surat-surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi dibawa.

Hal ini akan mengurangi beban rasa ketakutan kalau ada razia polisi. Seringkali kemacetan terjadi karena banyak pengendara yang tidak membawa surat kendaraannya atau tidak memiliki SIM memaksa berputar balik dan melawan arah agar tidak terjaring razia.

2. Jangan Melawan Arus

Banyak jalan dibuat satu arah dengan tujuan agar arus lalu lintasnya mengalir ke arah yang sama. Hal itu tentunya akan membantu memperlancar arus lalu lintas. Kecepatan kendaraan meningkat karena tidak perlu menghindar dari kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Kalau ada yang melawan arus, otomatis kendaraan yang seharusnya bisa melaju dengan cepat akan terhambat dan terbentur dengan si pelawan arus.

Hal ini juga meningkatkan resiko kecelakaan karena pengendara yang lain menganggap tidak akan ada kendaraan dari arah yang berlawanan. Mereka memiliki waktu reaksi yang akan lebih singkat kalau tiba-tiba harus berhadapan dengan kendaraan lain.

3. Patuhi Lampu Lalu Lintas

Beri giliran pada pengguna jalan yang lain. Itulah inti dari lampu merah, hijau, dan kuning yang sering ada di persimpangan jalan.

Lampu ini bertugas memberi keteraturan agar setiap orang bisa mendapatkan gilirannya menggunakan jalan. Semua memiliki hak yang sama.

Kalau Anda tidak mematuhi lampu lalu lintas, maka berarti Anda memakan hak orang lain.

Kemacetan tidak akan terhindarkan kalau Anda tetap memaksa menerobos lampu merah karena berarti Anda menghalangi kendaraan lain yang sebenarnya memiliki giliran untuk menggunakan jalan.

4. Berhenti di Belakang Garis Putih

Setiap lampu lalu lintas akan dilengkapi juga dengan sebuah garis putih penanda dimana kendaraan harus berhenti saat lampu merah menyala.

Jangan pernah lewati garis ini karena meskipun mungkin hanya moncong mobil atau motor Anda yang nongol, hal itu akan menghalangi kendaraan dari arah lain atau pejalan kaki yang akan melintas di trotoar.

Hal itu berpotensi menyebabkan terhalangnya kendaraan lain yang memiliki giliran untuk melintas.

5. Jangan Parkir Sembarangan

Tanda dilarang parkir dipasang bukan tanpa alasan. Pemakaian bahu jalan untuk menyimpan kendaraan akan menghambat arus kendaraan yang sedang melaju. Pengendara lain harus membuang waktu untuk menghindari mobil yang diparkir di bahu jalan.

Memang hanya beberapa detik, tetapi jika dikalikan dengan ribuan atau puluhan ribu kendaraan yang melintas, hal itu bisa berarti banyak, berjam-jam.

Parkir sembarangan menyebabkan inefisiensi penggunaan jalan. Itulah alasan mengapa banyak jalan yang ramai dan sibuk memasang rambu dilarang parkir.

6. Jangan Berbelok Seenaknya

Bukan tanpa alasan kendaraan diberikan lampu sein. Lampu kuning yang bisa berkelip-kelip ini bertugas memberikan sinyal kepada pengendara di belakang atau di depan Anda arah kemana kendaraan Anda akan digerakkan.

Berbelok tanpa menyalakan lampu ini, selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, juga bisa menyebabkan kemacetan. Pengendara di belakang Anda sering harus terpaksa menghentikan kendaraan secara mendadak untuk menghindari benturan.

Hal ini akan menghambat arus kendaraan di belakangnya dan bisa berujung pada kemacetan.

7. Jangan Berhenti Seenaknya

Banyak pengguna jalan seperti tidak peduli kepada pengguna jalan lain. Mereka kerap menurunkan penumpang sembarangan. Tidak peduli bahwa badan kendaraan mereka masih berada agak di tengah, tetapi mereka tetap menurunkan penumpang.

Hal seperti itu lagi-lagi adalah sebuah hal yang tidak seharusnya dilakukan karena jelas membuat arus kendaraan yang akan melintas terhambat dan kemacetan bisa terjadi.

Memang hanya beberapa saat, tetapi berhenti seenaknya seperti ini tidaklah boleh dilakukan dan harus dihindari.

Jika Anda bisa melakukan 7 hal ini setiap harinya, rasanya Anda sudah sangat berkontribusi pada usaha pengurangan kemacetan.

Kalau mau lebih lagi berkontribusi, ya naik kendaraan umum saja. Memang butuh pengorbanan, berupa kenyamanan, dan mungkin waktu, tetapi hal ini akan membantu mengurangi kendaraan yang berlalu lalang di jalan. Semakin banyak yang menyimpan kendaraannya di rumah, maka semakin berkurang kemacetan di jalan.

Iya nggak?

 


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar