Mengukir Nama di Pohon Akan Membuat Nama Anda Abadi ... Sebagai Perusak Lingkungan

Mengukir Nama di Pohon Akan Membuat Nama Anda Abadi ... Sebagai Perusak Lingkungan

Mengukir Nama di Pohon Akan Membuat Nama Anda Abadi ... Sebagai Perusak Lingkungan

Entah apa yang ada di benak mereka-mereka yang gemar mengukir nama di pohon. Mungkinkah ingin diingat oleh si pohon dan orang yang lewat bahwa ia pernah sampai di tempat itu? Mungkinkah yang mengukir ingin dikenang sebagai orang jagoan dan hebat karena sudah bisa menorehkan namanya di tempat itu? Mungkinkah mereka berharap bahwa nama mereka abadi dan akan terus dikenang?

Entah yang mana.

Tindakan seperti ini adalah bentuk dari perusakan lingkungan dan tidak seharusnya dilakukan. Banyak tanaman akan menjadi rusak ketika pisau atau benda tajam lainnya, mereka terluka dan banyak sel-sel mereka rusak.

Pertumbuhannya terganggu.

Padahal, fungsi dari mengukir nama pada pohon itu sama sekali tidak jelas tujuannya. Paling banter adalah sekedar ingin eksis dan pamer kejagoan dan keberanian mereka. Tidak lebih dari itu.  Walau sebenarnya termasuk tindakan pengecut juga , karena mereka tidak akan pernah berani tampil di depan umum untuk mengatakan merekalah pelakunya.

Sesuatu yang sia-sia dan tidak berfaedah sama sekali.

Bahkan, lebih tepatnya disebut sebagai kebodohan.

Foto ukiran nama pada pohon kaktus di atas, diambil di Taman Meksiko, Kebun Raya Bogor oleh beberapa orang yang tidak bertanggungjawab. Mereka tidak menyadari bahwa pohon-pohon kaktus itu adalah bagian dari penelitian karena nama resmi KRB adalah Pusat Konservasi Tanaman dan bukan sekedar tempat wisata.

Dengan merusak tanaman yang ada berarti mereka merusak saranan yang dipergunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan di masa datang.

Kebodohan. Ya kebodohan.

Itulah yang akan membuat nama si pengukir nama di pohon akan abadi. Orang akan terus mengingatnya, tetapi bukan karena kebaikannya. Siapapun yang melakukan itu akan dikenang, walau tidak tahu wajahnya, sebagai orang bodoh dan perusak lingkungan.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar