Penumpang Wanita Lebih Diprioritaskan di Kereta (Gerbong) Umum

Penumpang Wanita Lebih Diprioritaskan di Kereta (Gerbong) Umum

Banyak wanita penumpang Commuter Line berpandangan kalau berada di kereta/gerbong umum lebih enak karena toleransi antar penumpangnya lebih kuat dibandingkan kereta/gerbong wanita. Lebih susah mendapatkan tempat duduk di kereta khusus wanita, begitu katanya.

Benar atau tidaknya, sulit saya buktikan karena saya laki-laki dan belum pernah naik di Kereta Khusus Wanita.

Meskipun demikian, pengalaman berada di gerbong campuran (umum) selama ini memang begitu adanya. Para penumpang, terutama kaum pria lebih toleran dalam hal tempat duduk. Mereka acapkali memilih untuk tetap berdiri dan mempersilakan penumpang wanita untuk duduk ketika ada kursi yang kosong.

Hal itu sudah berulangkali terjadi.

Bahkan, ketika posisi penumpang wanita berada jauh dari tempat duduk yang kosong tadi, penumpang pria yang lain akan berusaha memanggilnya dan mempersilakannya untuk duduk.

Barulah ketika tidak ada lagi penumpang wanita yang butuh, maka tempat itu dipergunakan oleh para pria. Itupun dengan sebelumnya menanyakan penumpang pria yang lain apakah mereka butuh duduk.

Sore ini pun saya kembali menemukan hal yang serupa. Tempat duduk di hadapan saya kosong karena yang menempatinya sudah turun. Tidak satupun dari 5 pria yang berdiri di depannya berebut, mereka memilih untuk menawarkan kepada seorang penumpang wanita yang berdiri di dekat pintu.

Tetapi, karena rupanya, sang penumpang perempuan juga segera turun, tempat duduk itu pun tetap kosong. Barulah setelah itu terjadi saling menawarkan antara penumpang pria siapa yang mau mendudukinya.

Sebuah kebiasaan yang bagus dan mencerminkan bahwa dalam sebuah kereta pun, ada tata krama, sopan santun, basa basi, dan saling pengertian antara pengguna jasanya.

Sebuah tempat duduk di Commuter Line memang bisa menghilangkan penat di kaki, tetapi tidak memberikan kepada yang berhak atau lebih memerlukan bisa menghilangkan harga diri dan keberadaban seorang manusia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel