Wajah Monyet Ini Menyiratkan Penderitaan

Wajah Monyet Ini Menyiratkan Penderitaan

Wajah Monyet Ini Menyiratkan Penderitaan

Banyak orang tertawa melihatnya. Sang pawang pun tersenyum karena hal itu bisa berarti recehan dari orang yang melihat akan keluar dari kantung dan dimasukkan ke kotak kardus di dekatnya.

Semua senang. Semua gembira.

Hanya "satu" yang sebenarnya sama sekali tidak suka dan merasa menderita, yaitu si monyet itu sendiri. Foto yang diambil beberapa waktu yang lalu ini memperlihatkan mimik wajah sang monyet yang terlihat sangat tidak menyukai tarikan rantai yang ada di lehernya.

Terlihat sekali ada penderitaan yang dialaminya dan mungkin diacuhkan oleh para penonton dan sang pawang yang memegang rantai di ujung lainnya.

Pertunjukkan topeng atau ronggeng monyet adalah salah satu atraksi yang umum ditemukan dimanapun. Bukan sebuah barang baru. Seekor monyet, terkadang ditemani anjing akan melakukan berbagai atraksi yang menyerupai tingkah laku manusia.

Monyet-monyet itu biasanya berasal dari hutan yang ada di sebuah kota, dibeli atau disewa.

Topeng monyet sebenarnya bukanlah sebuah pertunjukkan yang legal karena bertentangan dengan Undang=Undang yang melarang perlakuan kejam terhadap satwa. Itulah mengapa di beberapa daerah pertunjukkan jalanan ini sudah dilarang dan dihentikan, meskipun banyak sekali yang tetap melanggar.

Memang, monyet adalah binatang dan dianggap lebih rendah dari manusia, tetapi bagaimanapun ia tetaplah ciptaan Tuhan yang memiliki hak. Salah satunya adalah hak untuk bebas di habitatnya dan perlakuan yang lebih baik.

Sang pawang mungkin berkata bahwa monyet itu sudah diberi makan dan dipelihara, tetapi mungkin ia tidak berpikir bahwa rantai di leher membelenggu kebebasan sang monytet dan setiap tarikan rantai menimbulkan rasa sakit pada sang monyet.

Dalih untuk mencari nafkah adalah alasan umum bagi para pawang topeng monyet. Sebuah masalah sosial yang umum di Indonesia, tetapi haruskah dilakukan dengan menimbulkan derita pada binatang? Haruskah dilakukan dengan melanggar hukum yang ada?

Sesuatu yang kerap tidak dipedulikan dalam masyarakat Indonesia yang memang sering mengabaikan hal-hal seperti itu dan hanya terfokus pada alasan ekonomi sebagai pembenaran.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar