Bukan Hanya Etnis Tionghoa/Cina Yang Menikmati Cap Go Meh

Bukan Hanya Etnis Tionghoa/Cina Yang Menikmati Cap Go Meh

Bukan Hanya Etnis Tionghoa/Cina Yang Menikmati Cap Go Meh

Cap Go Meh atau Hari Kelima belas dalam kalendar Lunar (bulan) merupakan hari spesial bagi etnis Tionghoa dimanapun. Hari itu dalam budaya Tinghoa akan diadakan perayaan yang merupakan penutup dari semua perayaan menyambut Imlek.

Di berbagai kota, kembalinya kebiasaan merayakan Cap Go Meh sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mulai kembali bergaung. Setelah lebih dari 32 tahun terbelenggu oleh aturan ala Orde Baru yang mendiskriminasikan etnis Tionghoa, Cap Go Meh pun kembali hadir menyemarakkan Indonesia.

Bahkan banyak pemerintah daerah di kota-kota Indonesia mendukung pelaksanaan perayaan itu dan bahkan menjadikannya sebagai salah satu ajang yang menunjukkan keberagaman Indonesia.

Salah satu kota yang secara rutin mengadakan perayaan Cap Go Meh adalah Bogor dimana perayaan itu dikemas dalam nama CGM Bogor Street Festival. Di dalamnya terdapat banyak sekali kegiatan, mulai dari pentas seni hingga parade.

Hal tersebut ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Hal itu tercermin dari membludaknya pengunjung setiap kali acara itu diadakan. Setiap tahunnya pun jenis acara dan kegiatan pun semakin bervariasi.

Yang datang dan terlibat pun tidak hanya dari golongan etnis yang merayakan saja, tetapi dari berbagai kalangan.

Mereka hadir untuk menikmati suguhan atraksi yang tidak kalah beragamnya.

Ada yang datang sekedar menonton dan memuaskan keingintahuan akan sebuah budaya yang sempat "hilang". Ada yang karena iseng dan banyak waktu luang. Dan, tentunya ada juga yang hadir untuk mengais rejeki disana.

Bukan Hanya Etnis Tionghoa/Cina Yang Menikmati Cap Go Meh

Semuanya hadir dan ikut menyemarakkan suasana Cap Go Meh.

Sebuah hal yang merupakan pertanda baik bagi Indonesia sendiri bahwa masyarakat Indonesia menerima adanya keberagaman. Beberapa suara sumbang yang berusaha "mencegah" masyarakat untuk berduyun-duyun datang dengan alasan agama sepertinya tidak bisa menghentikan animo masyarakat untuk ikut menikmati perayaan itu.

Bukan Hanya Etnis Tionghoa/Cina Yang Menikmati Cap Go Meh

Dan, itulah yang terekam oleh kamera seperti terlihat dalam foto-foto di atas. Terlihat sekali bahwa ajang Cap Go Meh ternyata bisa dinikmati bukan hanya oleh etnis Tionghoa saja tetapi dari berbagai ras, suku, dan agama.

Bagaimanapun, walau berbasis budaya Tionghoa, salah satu etnis yang dianggap minoritas di negara ini, Cap Go Meh sudah disulap menjadi sebuah ajang Pesta Rakyar dibandingkan perayaan agama atau etnis. Sesuatu yang sudah seharusnya bisa dinikmati oleh rakyat tanpa adanya batas penghalang.

Begitulah seharusnya Indonesia. Tidak perlu terkotak-kotak dalam hal-hal yang bersifat SARA.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar