Kenapa Kalau Ingin Jadi Fotografer Harus Siap Capek Dan Siap Kotor?

Kenapa Kalau Ingin Jadi Fotografer Harus Siap Capek Dan Kotor?

Terkadang, sebagai seorang penggemar fotografi dan lumayan paham cara memotret, terkadang saya tersenyum kalau melihat orang memotret "sambil" berdiri dan kamera diposisikan sejajar dengan tangan atau mata saja.

Tersenyum karena ada satu prinsip yang berlaku di kalangan fotografer atau penggemar fotografi, yaitu "Harus mau capek dan harus siap kotpr".

Semua itu karena posisi standar, sejajar dengan bahu atau mata, tidak selalu merupakan sudut pengambilan gambar terbaik. Dalam banyak kasus, dan bahkan mayoritas, jsstru sebuah foto yang dipotret dengan cara standar tersebut hanya akan menghasilkan sebuah foto yang biasa saja.

Sudut pengambilan foto terbaik biasanya akan ditentukan oleh banyak hal, seperti arah datangnya cahaya, latar belakang, jenis kamera, jenis lensa, dan masih banyak hal lainnya. Terkadang, sebuah obyek memerlukan seorang fotografer untuk mengambil gambarnya sambil jongkok, tengkurap, atau bahkan terlentang di tanah.

Tidak jarang juga karena lokasinya, hal itu menyebabkan seorang fotografer harus berendam di air atau lumpur atau selokan demi mendapatkan foto yang bagus.

Seperti foto di bawah ini :

Kenapa Kalau Ingin Jadi Fotografer Harus Siap Capek Dan Siap Kotor?

Terlihat sederhana, tetapi Louis Marie Preau, yang merelakan berendam dalam air selama 2-3 setiap hari selama 4 tahun untuk mendapatkan foto berang-berang langka di atas. Ia tidak rela menghabiskan waktunya untuk mendapatkan foto seekor berang-berang Eurasian yang sudah mendekati kepunahan itu.

Contoh lainnya adalah foto paling atas. Ia adalah kawan debat saya, seorang yang dulunya menjadi moderator di sub forum Detik saat berkunjung ke Rumah Anggrek di Kebun Raya Bogor. Ia rela mengambil posisi jongkok dan mengabaikan lirikan pengunjung lain untuk sekedar mengambil foto anggrek yang menggantung di pohonnya.

Cara yang sama juga saya lakukan saat mengambil foto. Terkadang bahkan obyeknya kaget dan tidak menyangkan bahwa saya seperti orang sedang perang dan bertiarap saat mengarahkan kamera ke mereka.

Hal itu saya lakukan untuk mendapatkan foto yang bagus. Bagaimanapun caranya akan dilakukan selama hasilnya bisa memuaskan.

Jadi, janganlah pernah takut capek dan kotor kalau memang berniat menjadi fotografer. Itu adalah bagian dari kehidupan di dunia tersebut, dan percayalah semuanya akan terbayar saat melihat hasilnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel