Senin, 12 Februari 2018

Pelindung Darurat Kamera Saat Hujan Turun Tiba-Tiba

Ada satu hal yang paling tidak disukai oleh para fotografer saat memotret di ruang terbuka. Namanya "hujan".

Meskipun malaikan yang menurunkan hujan, dalam Islam, sama dengan malaikat yang menurunkan rezeki, tetap saja akan hadir perasaan kesal bin sebal ketika tetes air hujan turun dari langit. Para fotografer, atau penggemar fotografi jalanan, biasanya langsung manyun kalau rintik hujan mulai turun sedikit saja.

Apalagi kalau mereka sedang hendak meliput momen tahunan, seperti parade Cap Go Meh. Gagal mendapat foto saat ini berarti harus menunggu satu tahun lagi karena acaranya tidak mungkin diulang.

Tetapi, kalau disuruh memilih menunggu atau tetap nekat memotret di kala hujan, maka biasanya para fotografer itu akan pilih "menunggu". Hal itu karena kalau nekat, kamera yang jadi korbannya. Dan, kalau itu terjadi, ya bisa lebih dari setahun mereka tidak motret karena harus menunggu uang cukup untuk membeli penggantinya. Kamera tidak murah.

Hujan yang berarti "air" sangat berbahaya bagi kehidupan kamera. Setetes saja air masuk ke celah-celah kamera, hasilnya bisa berupa biaya servis yang merobek kantung.

Itulah mengapa saat hujan turun, para fotografer akan segera menepi dan kerap menggunakan jaket atau apapun untuk segera menutupi kameranya. Barang itu maknanya sama dengan senapan bagi prajurit dan harus dipertahankan.

Lalu, bagaimana dengan kalau ada momen penting dan menarik, apakah dilewatkan begitu saja? Kalau terpaksa yah, maksudnya kalau hujan terlalu deras, ya lebih baik menepi. Lagipula, siapapun akan menepi kalau terlalu deras, termasuk peserta pawai atau parade.

Hanya, jika hujannya masih kecil dan cuma berupa rintik hujan saja, fotografer yang kreatif akan bisa membuat pelindung kamera darurat. Pelindung ini sangat sederhana dan bisa dibuat dari benda yang biasanya dijual di manapun.

Benda itu adalah kantung plastik.

Beberapa fotografer kreatif ini pernah terlihat di acara Cap Go Meh Bogor. Mereka menggunakan kantung plastik yang sebagian dilubangi agar lensa bisa keluar dan diarahkan ke obyek.

Pelindung Darurat Kamera Saat Hujan Turun Tiba-Tiba

Cukup efektif. Kamera terlindungi dan kegiatan memotret tetap bisa dilaksanakan.

Pelindung darurat ini bisa juga dibuat dari benda lain selama terbuat dari plastik. Robekan bagian tangan dari jas hujan sekali pakai pun bisa dipergunakan dan hasilnya sama.

Tentunya, akan lebih enak kalau bisa membeli jaket kamera. Sayangnya, harganya lumayan juga. Meskipun demikian, kalau memang ada uang, ada bagusnya mempersiapkan jaket kamera seperti ini karena bagaimanapun harga kamera dan lensanya lebih mahal.

Bagiamana dengan payung? Bukankah bisa melindungi? Betul, bisa melindungi, tetapi memotret sambil memegang payung sangat merepotkan. Sulit membidik obyek dengan benar. Kecuali, ada seseorang yang mau sukarela memegangi payung, seperti yang dilakukan oleh si bapak di bawah ini.

Pelindung Darurat Kamera Saat Hujan Turun Tiba-Tiba

Nah, kalau begini sih jelas enak. Sayangnya, siapa yang mau disuruh memegangi. Itu saja.

Bagi saya sendiri, pelindung darurat dari kantung plastik atau sobekan bagian tangan jas hujan sekali pakai sudah cukup untuk antisipasi kalau cuaca tidak bersahabat di kala mood memotret sedang hadir. Itulah alasan mengapa selalu ada satu jas hujan sekali pakai di tas, bukan untuk melindungi badan karena takut flu, tetapi persiapan untuk diambil bagian tangannya.

Kasihan si kamera kalau sampai kehujanan.

Artikel Terkait