SemakiN Terasa Globalisasi Semakin Merasuki Budaya Indonesia

SemakiN Terasa Globalisasi Semakin Merasuki Budaya Indonesia

SemakiN Terasa Globalisasi Semakin Merasuki Budaya Indonesia

Globalisasi, sebuah istilah yang menunjukkan bahwa impian sebuah dunia yang satu dan tak mengenal batas negara semakin terlihat dalam kesaharian. Bukan hanya di luar negeri, tetapi juga di Indonesia, sebuah negara yang sangat ketat dengan ke-Timurannya.

Banyak sekali contoh yang menunjukkan gejala dimana masuknya budaya asing dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dengan melihat kostum yang dipergunakan banyak peserta parade dalam perayaan Cap Go Meh di berbagai kota.

Foto di atas merupakan hasl jepretan yang diambil pada tahun 2017 silam di Bogor pada saat Cap Go Meh Bogor Street Festival, ajang tahunan yang diadakan oleh Pemda Kota Bogor dan berbagai organisasi kemasyarakatan sejak 2008.

Kata Cap Go Meh sendiri merujuk pada hari ke-15 tahun baru pada kalendar kaum Tionghoa.

Jadi, sebuah perayaan CGM seharusnya kental sekali bernuansa etnis Tionghoa. Pada kenyataannya, perayaan tahunan itu justru lebih merupakan pertemuan berbagai budaya.

Di dalam CGM Bogor Street Festival, akan mudah ditemukan berbagai jenis budaya lain, seperti Sunda, Jawa, dan bahkan Bali. Ajang tersebut menjadi sebuah simbol keberagaman etnis dan budaya di Indonesia dibandingkan sekedar ajang untuk etnis Tionghoa saja.

Yang cukup menarik adalah tampilnya peserta parade yang menggunakan kostum seperti pada foto di atas dan di bawah ini.

SemakiN Terasa Globalisasi Semakin Merasuki Budaya Indonesia

Jika ditanya, mewakili budaya manakah kostum yang dipakai para peserta parade itu? Jawabnya akan sangat sulit sekali. Di Indonesia tidak ada budaya yang memiliki baju adat seperti yang digunakan.

Tetapi, jika melihat berita di televisi tentang Festival Rio, salah satu festival penarik wisatawan di Brasil, maka hal itu akan terjawab. Kostum-kostum berwarna-warni dan unik adalah sebuah kostum yang mewakili budaya baru.

Budaya yang dihasilkan globalisasi.

Budaya jenis ini tidak berdasarkan pada etnis, tetapi berdasarkan pada ide dan kreatifitas dari manusia-manusia di bumi saja. Tidak peduli etnis atau negaranya.

Kehadirannya di Bogor menunjukkan bahwa globalisasi memang perlahan tetapi pasti menghilangkan batas negara. Sesuatu yang menarik dan dianggap bagus di negara lain bisa saja diadopsi oleh bangsa lain yang berada ribuan kilometer dari tempat asalnya. Tentunya, via internet dan berbagai perangkat modern lainnya.

Dan, di Indonesia nuansa globalisasi itu semakin hari semakin terasa.

Ini hanyalah salah satu contoh dari masuknya budaya baru akibat globalisasi di Indonesia.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar