Iberian Lynx : Kucing Pemakan Kelinci Yang Sempat Hampir Punah

Iberian Lynx : Kucing Pemakan Kelinci Yang Sempat Hampir Punah

Iberian Lynx : Kucing Pemakan Kelinci Yang Sempat Hampir Punah
Kredit Foto Wikipedia Common
Postur tubuhnya hanya sedikit lebih besar dari kucing biasa yang kerap menjadi binatang peliharaan, tetapi Iberian Lynx memiliki jenis makanan yang berbeda. Bila kucing rumahan perlu makan Whiskas, maka kucing yang memiliki jambang ini adalah pelahap kelinci.

Seekor pejantan butuh 1 ekor kelinci setiap harinya, sedangkan betina, di kala mengandung akan sangat gembul dan mampu melahap 3 ekor binatang bertelinga panjang itu.

Kondisi Iberian Lynx saat ini masih dalam tahap memprihatinkan dan masih masuk dalam daftar Merah alias kewaspadaan tertinggi dari IUCN atau International Union for Conservation of Nature atau Badan Pelestarian Alam Internasional.

Hal itu disebabkan karena populasinya yang sangat sedikit dan mendekati kepunahan. Spesies kucing yang tinggal di benua Eropa, di sekitar Semenanjung Andalusia, Spanyol ini hanya memiliki jumlah 100 ekor saja ketika memasuki abad ke-21.

Jumlah tersebut telah bertambah karena pengawasan yang begitu ketat dari berbagai badan pelestarian alam di dunia. Pada tahun 2012, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 326.

Salah satu penyebab berkurangnya populasi adalah karena ketergantungannya kepada kelinci sebagai pangan utamanya. Penurunan populasi kelinci liar, yang juga terdesak oleh perkembangan kehidupan manusia membawa pengaruh pada kehidupan kucing bernama latin Lynx Pardinus ini.

Hal itu juga terjadi karena Iberian Lynx tidak bisa beranak sebanyak kucing rumahan. Seekor betina akan melahirkan 2-3 ekor anak setelah hamil selama 2 bulan. Jumlah ini tidak sebanyak kucing biasa yang bisa mencapai 4-5 ekor sekali melahirkan.

Dikenal sebagai hewan penyendiri. Seekor anak kucing akan diasuh oleh induknya selama 7-8 bulan dan akan tetap bergabung dengan ibunya itu paling lama 20 bulan sebelum kemudian hidup sendiri.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar