10 Tips Mengurangi Rasa Sakit Karena Patah Hati Ditinggal Si Dia

Tips Mengurangi Rasa Sakit Karena Patah Hati Ditinggal Si Dia

Patah hati tidak pernah menyenangkan. Meskipun tidak ada luka fisik, tetapi rasa sakitnya pasti sangat terasa oleh siapapun yang mengalaminya. Dan, masalahnya sakitnya itu tidak hilang dalam waktu singkat butuh waktu yang terkadang lama sekali untuk bisa menghapus rasa sakitnya.

Sesuatu yang tidak diinginkan karena hal itu bisa mengganggu kehidupan kita. Bekerja atau belajar menjadi sangat tidak enak karena pikiran terus terbayang pada si Dia yang sudah memutuskan cintanya. Prestasi bisa menurun dan pada akhirnya membuat masalah baru.

Oleh karena itu, maka sudah sepantasnya masalah patah hati itu diselesaikan dengan segera, sebelum menjadi virus yang bisa menghambat dan menimbulkan gangguan bagi kehidupan kita yang lain.

Tips Mengurangi Rasa Sakit Karena Patah Hati Ditinggal Si Dia

Ada beberapa langkah sederhana, terlihat mudah tetapi bisa sangat sulit dilakukan karena tergantung pada kemauan.

1. Buang Semua Benda Terkait si Dia

Ini hal pertama yang harus dilakukan. Buang saja semua benda yang akan mengingatkan kita kepada si Dia. Foto, buku, album, dan apapun yang akan membawa ingatan kita kepada dia yang mematahkan hati.

Untuk apa disimpan kalau hal itu hanya akan membuat rasa sakit itu ada. Kalau perlu, bukan hanya dibuang tetapi dibakar sehingga kita tidak akan tergoda untuk mengambilnya lagi. Sekaligus sebagai simbol langkah dan kehidupan baru tanda Dia.

2. Coba Berkencan Lagi

Sesegera mungkin, coba temukan seseorang yang menarik. Tidak perlu terburu-buru menjadikannya pacar. Ajak saja berkencan atau nonton bioskop bareng.

Paling tidak, dengan begitu, meski belum ada rasa cinta di hati, kita sudah mencoba untuk menggantikannya dengan orang lain.

3. Cari Pacar Lagi

Kalau memang tidak mau membuang waktu, ya langsung saja cari penggantinya. Meski rasa cinta lama mungkin belum bisa hilang, tetapi hal itu bisa perlahan dikikis kalau cinta baru bisa ditumbuhkan secara perlahan.

Tentunya cari si Dia baru yang lebih bisa memahami diri Anda

4. Keluar Rumah

Jangan habiskan masa patah hati di rumah atau di kamar sendiri. Seperti virus, patah hati bisa semakin parah kalau dilakukan dalam ruang tertutup. Ia bisa bertambah parah karena pikiran kita akan terus terbayang pada masa-masa indah dengan si Dia yang tidak akan terulang.

Jadi, keluarlah dari kamar dan rumah Anda

5. Curhat 

Para terapis tahu bahwa membiarkan pasiennya mengungkapkan isi hatinya dapat mengurangi beban dan mengurangi depresi.

Istilah Indonesianya, curhat atau curahan hati. Jadi, cobalah bertindak sebagai pasien yang sedang diterapi. Carilah seseorang yang mau mendengarkan keluh kesah Anda tentang si Dia.

Siapa tahu juga si penerima curhat mau membuka peluang menjadi pacar Anda. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

6. Bermain Bersama Teman


Kalau tidak mau curhat, ajaklah teman Anda bermain atau kongkow bareng. Tidak akan enak karena hati masih gundah, tetapi berkumpul bersama teman sambil bercanda bisa mengalihkan perhatian dari kenangan indah bersama si Dia yang menyakitkan.

Biasanya suasana bersama teman juga bisa mendorong diri sendiri untuk berani mencurahkan isi hati dan akhirnya bisa mengurangi rasa sakit.

7. Jalan-Jalan

Kalau belum bisa juga. Kemas barang dan masukkan ke dalam ransel. Pergilah ke gunung atau pantai untuk setidaknya melihat hal-hal baru.

Mungkin gunung yang tinggi dan dingin bisa meredam panas di hati.

Siapa tahu juga dalam perjalanan bisa bertemu seseorang yang menarik hati.

8. Berolahraga

Olahraga itu akan membuat badan terasa capek. Kalau sudah capek bisa tidur dengan nyenyak kan. Lagipula, hal itu akan berarti memberikan sebuah aktifitas yang bisa mengalihkan perhatian dari si Dia.

Toh badan juga menjadi sehat.

Kalau perlu pergi ke Gym dan ambil sarung tinju. Hantamkan saja kepalan tangan Anda ke sansak untuk menyalurkan rasa marah dan sakit. Lebih baik daripada kepalan tangan diarahkan ke si Dia kan?

9. Berdoa kepada Tuhan

Rasa sakit karena patah hati antara ada dan tiada. Tidak terihat wujudnya tetapi terasa. Gaib atau berkaitan dengan masalah psikis seseorang.

Lalu kenapa tidak kita minta tolong kepada Yang Maha Kuasa untuk menghilangkannya? Pintalah agar DIA mau mengembalikan si Dia atau setidaknya menghilangkan rasa sakit. Setidaknya dengan begitu Anda sudah curhat dan bisa mengurangi kemungkinan depresi.

10. Minta si Dia Kembali

Lha? Kenapa tidak. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia, termasuk kembalinya sesuatu yang sudah terputus menjadi tersambung kembali. Kalau semua usaha menghilangkan rasa sakit patah hati di atas gagal, kenapa tidak mencoba meminta si Dia kembali kepada Anda.

Kalau berhasil, rasa sakit itu akan hilang dan tergantikan dengan rasa senang. Kalau gagal, setidaknya ada rasa puas sudah berusaha sebaik mungkin.

Jadi, jangan abaikan untuk memohon kepada si Dia agar kembali. Tidak perlu dijelaskan kalau fotonya sudah dibakar yah. Nanti malah ruwet jadinya.

Paling tidak itulah yang saya coba lakukan pada saat mengalami patah hati waktu muda dulu. Ada bagian yang berhasil dan ada bagian yang tidak. Tetapi, yang jelas, saya tidak patah hati lagi sekarang karena orang yang saya sayangi selalu berada bersama setiap hari dan kami sudah menjadi keluarga selama 17 tahun lamanya pada saat tulisan ini dibuat.


Subscribe to receive free email updates: