Bendera Kampanye Partai Politik Itu Mengganggu dan Merusak Pemandangan

Bendera Partai Politik Itu Mengganggu
Kawasan Air Mancur Bogor Feb 2018

Tahun ini 2018, akan ada PILKADA serentak di banyak daerah di Indonesia. Tahun berikutnya 2019 akan ada PEMILU untuk legislatif dan tentunya presiden RI.

Bisa dikatakan dalam waktu dekat akan banyak juga hal yang mengganggu hadir, namanya "Bendera Kampanye Partai Politik".

Yah mau nggak mau. Sebuah kegiatan rutin, pada saat itu kampanye diadakan dan setiap partai politik akan berlomba-lomba menarik perhatian masyarakat agar memilih mereka. Milyaran uang akan digelontorkan untuk menggoda rakyat memberikan suara untuk mereka.

Sayangnya, biasanya kerap hal itu dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan dan kenyamanan masyarakat juga.

Seperti foto di atas yang dijepret beberapa waktu yang lalu (tahun 2018) di kawasan Taman Air Mancur Bogor. Perang bendera kampanye sudah mulai terasa karena Bogor dan Jawa Barat akan melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak.

Entahlah, apa memang pemasangan bendera parpol itu sudah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, tetapi pemasangannya kelihatan sekali sangat tidak memperhatikan estetika dan merusak pemandangan di kawasan publik yang seharusnya dijaga bersama.

Tidak menyenangkan melihatnya.

Bayangkan saja kalau semua partai politik berlomba-lomba memasang bendera mereka dengan cara sekenanya saja. Hasilnya adalah kibaran kain-kain warna warni berbatang bambu yang ditancapkan sembarangan.

Perang bendera.

Keindahan kota menjadi tertutup dan cenderung dikotori oleh benda-benda yang tidak seharusnya ada disana.

Mungkin sudah seharusnya partai-partai politik menemukan cara kampanye lain, yang lebih baik dari sekedar memasang bendera saja. Rasanya orang-orang pinta di organisasi partai bisa menemukan cara yang lebih elit dan bermutu daripada sekedar menebar bendera saja.

Bisa menjadi bumerang juga sebenarnya karena rakyat yang kesal karena kenyamanan mereka terusik bisa memutuskan tidak memilih parpol yang bertindak sembarangan seperti itu.

Termasuk saya, yang mulai memperhatikan siapa parpol yang paling sering dan banyak melakukan hal yang mengganggu kenyamanan. Kemungkinan besar saya tidak akan memilihnya karena hal kecil saja, yaitu memberikan kenyaman saja tidak mau, bagaimana bisa diharapkan akan mau berpikir tentang rakyat setelah berkuasa?

Subscribe to receive free email updates: