Buat Pengumuman Niat Menikah Kalau Mau Pernikahannya Dianggap Sah

Buat Pengumuman Niat Menikah Kalau Mau Pernikahannya Dianggap Sah

Buat Pengumuman Niat Menikah Kalau Mau Pernikahannya Dianggap Sah

Menikah itu menyenangkan dan membahagiakan, tetapi sebelum hal itu terwujud, banyak sekali keruwetan yang harus dihadapi. Siapapun yang pernah menikah, baik sekali atau dua kali, pasti memahami betapa repot dan ruwetnya menuju jenjang menuju pelaminan itu.

Salah satu hal yang membuat ruwet bin repot, selain calon mertua, adalah aturan, baik tertulis atau tidak. Hal itu harus dipatuhi, seperti pengurusan surat dan dokumen. Banyak waktu dan tenaga yang dibuang. Iya kan?

Tetapi, kalau itu tidak dijalani, sebuah pernikahan akan dianggan tidak sah, dan tentunya tidak ada yang mau pernikahannya dianggap tidak sah, dan harus diulang. Sudah capek, keluar biaya ternyata belum resmi menjadi suami istri. Apalagi kalau harus diulang, waduh, bisa berantakan.

Nah, rupanya bukan cuma di Indonesia saja yang begitu. Di negara lain pun sama saja.

Salah satu yang menarik adalah sebuah aturan di Monaco, sebuah negara kecil di Eropa yang benderanya sama dengan Indonesia, Merah dan Putih.

Hukumnya sederhana dan semua orang bisa melakukannya. Hanya, masalahnya adalah orang sering lupa dan hal ini bisa membuat sebuah pernikahan dianggap tidak sah.

Aturan itu adalah pasangan calon pengantin yang hendak menikah harus membuat pengumuman tentang pernikahan mereka. Pengumuman itu harus ditempelkan dan dipajang selama 10 hari di Balaikota Monaco. Syarat lainnya adalah dalam 10 hari itu harus terdapat 2 hari Minggu. (Sumber : Huffington Post)

Ini bukan undangan tetapi pengumuman untuk memberitahukan kepada publik.

Nah, bisa bayangkan kalau ternyata calon pengantinnya lupa menempelkan pengumuman itu, padahal semua persiapan sudah dilakukan? Bisa berabe.

Iya nggak?
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar