Jangan Selalu Memeotret Dengan Posisi Berdiri Dan Sejajar Mata Saja

Jangan Selalu Memeotret Dengan Posisi Berdiri Dan Sejajar Mata Saja

Jangan Selalu Memeotret Dengan Posisi Berdiri Dan Sejajar Mata Saja

Banyak orang heran sesaat setelah selesai memotret dan berucap "Kok foto saya biasa saja sih?" atau "Foto saya kayaknya kurang enak dilihat". Padahal, orang yang memotret biasanya ingin hasilnya setidak bisa membuat orang senang dan kemudian berucap "Fotonya bagus".

Mereka bertanya-tanya mengapa hal itu sering terjadi?

Banyak hal yang bisa menyebabkan sebuah foto, walaupun obyeknya cantik sekalipun, tetap terasa kurang enak dipandang atau kesannya umum sekali, seperti blog ini. Banyak hal.

Tetapi, ada satu hal sederhana yang sering dilakukan orang saat memotret yang memegang peranan penting dalam hal ini. Hal itu adalah kebiasaan memotret dengan posisi berdiri dan sejajar mata saja.

Bisa dimengerti bahwa posisi memotret yang demikian memang sangat nyaman. Juga, sang pemotret tidak beresiko terkena kotoran kalau harus jongkok.

Hal itulah yang kerap membuat hasilnya "biasa-biasa" saja.

Yah, bagaimana tidak? Jutaan orang melakukannya dengan cara yang sama, berdiri, mengarahkan kamera sejajar mata, dan kemudian jepret.

Padahal, ada banyak posisi lain yang mungkin saja bisa membuat foto jadi menarik. Dari sudut bawah, sudut samping, dan masih banyak sudut lainnya. Itulah mengapa para fotografer atau penggemar fotografi tidak akan ragu-ragu untuk jongkok, tengkurap di tanah, atau bahkan nyebur di selokan.

Mereka berjuang untuk menemukan sudut pengambilan gambar yang terbaik. Mereka juga biasanya akan mengambil beberapa potret untuk obyek yang sama, dan bukan hanya sekali saja.

Para fotografer melakukan itu agar mereka kemudian bisa membandingkan foto dari sudut mana yang lebih bagus. Dan, kemudian foto itulah yang ditampilkan.

Jarang sekali seorang fotografer hanya akan berdiri dan kemudian memotret sejajar mata saja. Biasanya mereka akan melihat dulu obyeknya, berjalan kesana kemari untuk melihat sudut pengambilan foto, mengarahkan kamera, mengatur setting, dan baru kemudian menekan tombol shutter release.

Untuk usahanya itulah, foto-foto para fotografer atau setidaknya penghobi memotret biasanya lebih bagus dan enak dipandang mata.

Karena, mereka tidak selalu memotret dengan posisi berdiri dan mengarahkan kamera sejajar dengan mata saja. Mereka berusaha menemukan opsi lain, yang terpenting hasil fotonya bagus.

Itulah yang saya lakukan kalau sedang hunting foto.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar