Kereta Komuter Jabodetabek Sudah Menggunakan Tiket Elektronik Seperti di Luar Negeri

Kereta Komuter Jabodetabek Sudah Menggunakan Tiket Elektronik Seperti di Luar Negeri
Gerbang Elektronik di Stasiun Bogor
Meskipun sudah cukup lama, sejak tahun 2013 Kereta Komuter Jabodetabek, yang dulu dikenal sebagai KRL (Kereta Rel Listrik) menerapkan penggunaan tiket elektronik atau e-ticket, ternyata masih banyak orang yang belum tahu.

Kebanyakan yang belum tahu tentang ini biasanya berasal dari luar Jabodetabek atau tidak pernah menggunakan jasa kereta komuter ini.

Memang sejak diambil alih pengelolaannya oleh PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek), banyak sekali perubahan dilakukan terhadap sarana dan prasarana. Namanya pun berubah menjadi Commuter Line.

Salah satu perubahan yang dilakukan adalah dalam hal tiket atau karcis.

Di masa sebelum tahun 2013, tiker kereta komuter Indonesia ini masih berupa kertas, tetapi setelah tahun itu, maka tiket kertas ditiadakan. Sebagai gantinya, tiket penumpang berupa kartu plastik mirip dengan kartu ATM atau Kartu Kredit.

Untuk menggunakannya, penumpang dapat membeli di loket, atau sekarang di mesin penjual tiket otomatis.

Saat hendak masuk ke peron, penumpang harus men-tap atau menempelkan kartu yang didapatnya ke gerbang elektronik. Kalau memang saldonya masih ada, maka pintu akan terbuka dan penumpang bisa masuk menuju peron tunggu.

Pada waktu mau keluar, penumpang harus sekali lagi menempelkan tiket elektroniknya ke gerbang keluar.

Apa yang sekarang diterapkan oleh Commuter Line sama dengan yang diterapkan di berbagai negara maju, seperti Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, Cina, dan masih banyak lagi lainnya.

Bisa dikata perubahan ini membawa kereta komuter Indonesia sejajar dengan negara lain dalam hal kereta komuter.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel