Mengapa Baju Sisa Ekspor Bisa Dijual Murah ?

Mengapa Baju Sisa Ekspor Bisa Dijual Murah ?

Mengapa Baju Sisa Ekspor Bisa Dijual Murah ?

Pernah membeli baju atau pakaian sisa ekspor? Rasanya, jarang orang Indonesia yang belum pernah membeli barang-barang dengan merk terkenal dunia tetapi dengan harga yang teramat sangat murah.  Biasanya baju-baju seperti ini sering dijajakan di pasar kaget, seperti acara Car Free Day di berbagai kota.

Saking murahnya, terkadang banyak yang meragukan apakah baju sisa ekspor itu benar-benar untuk diekspor atau hanya sekedar tipuan saja.

Iya kan?

Jadi, benarkah barang-barang murah itu memang sebenarnya ditujukan untuk dijual di pasar luar negeri?

Yah. Sangat mungkin. Tidak bisa 100% yakin karena penghasil produk tekstil di Indonesia banyak sekali dan sulit untuk memastikan yang mana yang benar-benar memproduksi untuk ekspor, dan yang mana yang memalsukan.

Hanya, pengalaman bergelut di dunia tekstil selama lebih dari 20 tahun menunjukkan bahwa barang-barang bermerk terkenal yang dijual dengan harga sangat rendah itu memang sangat mungkin adalah sisa ekspor.

Kok bisa dijual murah?

Begini.

Para pembeli dari luar negeri itu, terutama yang berasal dari negara maju, seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, atau Jepang memiliki standar yang sangat ketat. Selain harus memenuhi berbagai persyaratan yang mereka buat, produk yang akan dijual di negara mereka harus juga mematuhi hukum yang berlaku.

Tujuannya, tentu saja agar pembeli barang yang mereka jual puas dan nama mereka tidak tercoreng.

Dalam proses produksi sebuah pakaian, bisa baju atau celana, tidak semua hasilnya bagus. Ada saja hasil produksi yang tidak lolos inspeksi dan tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Barang-barang yang seperti ini disebut produk cacat.

Barang-barang cacat ini tidak bisa dikirim ke pembeli luar negeri. Mereka akan menolaknya dan kalau dipaksakan untuk dikirim bisa berujung penalti.

Oleh karena sang pabrik sudah mengeluarkan biaya untuk membeli material, kemudian membayar buruh untuk membuatnya, serta berbagai ongkos lain, tentunya mereka juga tidak mau rugi. Daripada barang itu tidak terjual dan lapuk tidak berguna, maka dicarilah pasar yang bisa membelinya.


Dan inilah yang kemudian disebut dengan barang atau pakaian sisa ekspor, yaitu barang yang tidak memenuhi standar atau kriteria yang ditetapkan. Jadi, jangan heran kalau membeli barang atau baju yang seperti ini kita kadang akan menemukan cacat atau kekurangsempurnaan.

Harga yang ditawarkan akan teramat sangat murah karena sebenarnya pihak pabrik sudah mendapatkan keuntungan dari produk yang bagus dan dikirim ke pembeli luar negeri. Oleh karena itu, mereka akan menjual seharga materialnya saja. Yang terpenting ada pemasukan bagi mereka.

Jadi, memang sangat mungkin bahwa baju sisa ekspor bisa ditemukan di pasaran dengan harga sangat murah. Pengalaman selama ini menunjukkan sering bahwa baju sisa ekspor dari merk terkenal asal Amerika Serikat dilepas ke pemborong dengan harga hanya Rp. 5000-10.000 saja perpotong dan setelah melewati beberapa tangan, harga jual di pasaran hanya sekitar Rp. 35-50 ribu saja.

Begitulah penjelasan mengapa baju dan pakaian sisa ekspor bisa dijual dengan harga murah.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar