Mengapa Kalau Harga Minyak Bumi Meningkat Harga Baju Berbahan Polyester Ikut Naik Juga?

Mengapa Kalau Harga Minyak Bumi Meningkat Harga Baju Berbahan Polyester Ikut Naik Juga?

Sudah pasti kalau harga minyak bumi dunia meningkat, harga barang-barang di berbagai penjuru dunia akan ikut naik juga. Bukan hanya baju berbahan polyester. Mau tidak mau kenaikan harga adalah efek susulan kalau harga si "emas hitam" meroket.

Bagaimanapun hal itu akan berimbas pada biaya produksi kain, biaya transportasi, upah pegawai dan masih banyak hal lainnya.

Meskipun demikian, kalau minyak bumi menjadi semakin mahal, maka baju berbahan polyester akan terkena imbasnya. Kenaikannya bisa lebih besar dibandingkan baju berbahan katun.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

Jawabannya karena material dasar pembuat polyester atau si Tetoron itu adalah minyak bumi. Memang polyester adalah salah satu produk turunan dari minyak bumi.

Jadi, begitu harga minyak dunia naik, seperti beberapa tahun yang lalu sempat mencapai lebih dari US$ 100 per barrell, maka pasar tekstil pun menjerit. Sudah tertimpa kenaikan biaya produksi dan transportasi, mereka terkena juga kenaikan harga di bahan baku, yaitu polyester.

Kenaikan juga akan berlaku pada berbagai kain yang memakai polyester sebagai campurannya, seperti TC dan CVC.

Untungnya, saat ini tahun 2018, harga minyak bumi termasuk normal dan stabil. Jadi tidak ada kenaikan drastis yang membuat ibu-ibu geram karena harga pakaian anak sekolah mereka menjadi sangat mahal.

Entahlah, 20-30 tahun lagi dari sekarang dimana ketersediaan minyak bumi akan semakin menipis dan harganya jelas akan melambung.

Sudah pasti saat itu harga baju, terutama yang berbahan polyester pun akan menggila juga.

Subscribe to receive free email updates: