Pilihan Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Baku Ternyata Semua Tidak Menngenakkan

Salah satu masalah yang paling tidak mengenakkan untuk dihadapi para wirausaha adalah bernama "kenaikan bahan baku".

Bagaimana tidak, naiknya harga bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi sebuah produk bisa berujung pada banyak masalah lain kalau tidak ditangani dan disikapi dengan benar.

Padahal, hal seperti ini pasti dan akan sering terjadi dalam mengelola bisnis yang bersifat menjual produk, jenis apapun. Dan, sayangnya, dengan perkembangan pereknomian di dunia ini, hal tersebut sudah pasti akan terjadi karena inflasi, atau penurunan nilai uang.

Jadi, mau tidak mau semua orang yang bergelut dalam bidang bisnis harus siap dan punya strategi masing-masing agar bisnisnya bisa tetap bertahan, dan tentunya keuntungan yang ditargetkan bisa tercapai.

Tidak mudah, karena semua pilihan akan mengandung konsekuensi yang berat.

Coba saja lihat di bawah ini.

Pilihan Saat Menghadapi Kenaikan Bahan Baku

1) Menaikkan Harga Jual

Pilihan yang paling mudah dilakukan adalah dengan menaikkan harga jual dari produknya. Dengan begitu, beban kenaikan harga akan ditanggung oleh pembeli dan target keuntungan bisa tetap terjaga.

Masalahnyanya, hal itu bisa mengakibatkan para pelanggan kabur ke kompetitor yang menawarkan harga lebih murah. Padahal, dalam dunia bisnis yang semakin hari semakin kompetitif ini, pesaing itu banyak.

Bisa juga mereka akan mencari barang substitusi atau pengganti yang berharga lebih murah.

2) Memperkecil Ukuran

Salah satu solusi yang diambil, terutama dalam industri makanan adalah dengan memperkecil ukuran. Intinya adalah jika ukuran diperkecil, maka biaya produksi akan mengecil juga. Pelanggan tidak akan perlu membayar lebih dan target keuntungan tidak perlu diubah.

Masalahnya, pelanggan yang sudah biasa membeli akan menemukan bahwa mereka tidak lagi mendapatkan apa yang biasa mereka dapat. Hal ini bisa mengakibatkan perasaan kecewa yang pada akhirnya bisa berujung pada beralihnya mereka pada kompetitor yang bisa menawarkan ukuran sama.

3) Mengurangi Kualitas

Sebuah baju biasanya memakai kain 100% katun biaya produksinya Rp. 100.000.- per potong, jika bahan kainnya diganti menjadi kain TC,maka biayanya bisa hanya Rp. 75.000.-/potong.

Hal ini memang memberi keuntungan karena harga jual tidak berubah, desain juga tidak, dan pastinya profit akan tetap terjaga.

Masalahnya adalah kain katun dan kain TC berbeda. Kain katun memberikan perasaan "dingin" , sedangkan kain TC agak panas. Ada penurunan kualitas yang pada akhirnya akan terasa oleh pembeli.

Jika pembeli bisa menerima, hal itu tidak masalah. Tetapi, kalau tidak mereka akan memberi label buruk dan akan merusak branding secara keseluruhan. Pada ujungnya, pelanggan akan kabur juga.

4) Mempertahankan Harga dan Kualitas

Harga dan kualitas adalah dua poin utama yang selalu menjadi perhatian pembeli. Tidak berubahnya kedua hal itu akan mempertahankan jumlah pembeli.

Sayangnya, kalau itu dipilih sebagai solusi menghadapi kenaikan bahan baku, maka target keuntungan harus diturunkan. Tidak mungkin menjual dengan harga, kualitas dan jumlah yang sama dengan biaya produksi yang sama pula kalau bahan baku naik. Keuntungan akan tergerus.

Terlihat mudah, tetapi karena keuntungan itu biayanya memasukkan berbagai hal, termasuk kenaikan gaji pegawai, investasi pengembangan usaha, dan banyak lagi hal lain, akan banyak hal yang harus diperhitungkan ulang atau ditunda.

Tidak ada yang mudah dan mengenakkan kalau harga bahan baku naik. Berbagai masalah akan timbul dan harus dipecahkan.

Pemecahannya pun tidak akan bisa seragam dari satu jenis usaha dengan usaha jenis lainnya karena kondisinya berbeda.

Ada beberapa pilihan yang bisa diambil sebagai solusi, seperti

a) Mempertahankan harga dan ukuran, tetapi memperbanyak jumlah barang yang diproduksi dan dijual. Hal ini akan tetap memastikan bahwa target keuntungan bisa terjaga
b) Merubah sasaran pasar pembeli
c) Menjelaskan kepada pelanggan mengapa harga naik
d) Menyalahkan kenaikan kepada pemerintah agar pembeli bisa menerima
e) Mengeluarkan produk baru supaya pembeli tidak merasakan kenaikan harga
f) dan sebagainya

Banyak cara untuk menyikapi kenaikan harga bahan baku dan tetap mempertahankan keuntungan. Hanya diperlukan kejelian dalam mengamati sikap para pembeli, pasar, dan perkembangan di lapangan.

Semua solusi yang ada akan bergantung pada kemampuan dan pengetahuan tentang hal-hal itu.

Walau tetap saja tidak akan mudah dan menyenangkan.

Tetapi, bukankah hal itu memang sesuatu yang bisa diharapkan dalam berbisnis?

Subscribe to receive free email updates: