Dua Kutipan Yang Menunjukkan Abraham Lincoln Sayang dan Hormat Kepada Ibunya

Dua Kutipan Yang Menunjukkan Abraham Lincoln Sayang dan Hormat Kepada Ibunya






Sayangi dan hormati ibumu. Itulah yang dikatakan dan diajarkan kepada setiap anak. Sayangnya, terkadang banyak orang yang melupakan hal itu dan tidak jarang yang melawan dan meremehkan orangtua, terutama di saat mereka sudah berhasil. Kesibukan dan harta kerap membuat banyak orang lupa dan tidak lagi memberikan hormat yang pantas kepada wanita yang melahirkan dan membesarkan mereka.

Mungkin, dua buah kutipan yang diungkap salah seorang yang namanya akan abadi di dunia ini bisa membangkitkan kesadaran terhadap pentingnya menghormati seorang ibu.

Orang ini dihormati dan dijadikan panutan oleh jutaan orang. Bahkan setelah lebih dari seratus tahun kematiannya, berbagai hal yang dilakukannya tetap dipandang dengan hormat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.

Orang itu adalah Abraham Lincoln, presiden ke-16 Amerika Serikat.

Ia terkenal sebagai orang yang menghapuskan perbudakan di negara itu setelah berakhirnya Perang Saudara antara Utara dan Selatan di negaranya. Pemikirannya inilah yang menjadi dasar di kemudian hari tentang kesetaraan manusia di dunia.

Dua buah kutipannya menunjukkan rasa sayang dan hormatnya kepada ibunya. Padahal, ia adalah seorang yang sukses dan terpandang pada zamannya. Tetapi, ia tidak menafikan bahwa apa yang ia capai adalah hasil dari apa yang diberikan oleh wanita yang melahirkan dan membesarkannya.

Dua pernyataannya terkait ibunya adalah

1. All that I am, or hope to be, I owe to my angel mother

"Siapa saya, atau saya harapkan untuk menjadi, saya berhutang kepada ibu saya, sang bidadari."

2. I remember my mother's prayers and they always followed me. They have clung to me all my life

"Saya teringat semua doa ibu saya dan doa-doa itu selalu mengikuti saya. Doa-doa itu selalu memelukku setiap waktu"

Terkenal.

Masyhur.

Tetapi, Abraham Lincoln tetap merasa berhutang budi kepada ibunya.

Bagaimana dengan Anda? Ataukah, pekerjaan Anda sudah terlalu penting bahkan untuk menelpon ibu Anda dan mengatakan betapa Anda sayang kepada dirinya?
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam dan didelete.

Mohon maaf kalau terkadang admin tidak ada balasan dari admin karena terkadang ada komentar yang dirasa hanya pernyataan dan tidak perlu direspon