Inilah 3 Alasan Untuk Tidak Membakar Sampah Plastik

Inilah Alasan Untuk Tidak Membakar Sampah Plastik

Membakar sampah plastik bukanlah sebuah kegiatan yang aneh di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan banyak orang dengan berbagai alasan.

Ada yang karena tidak tahu harus bagaimana dan kemana membuang plastik-plastik tidak terpakai. Ada juga yang memandangnya sebagai langkah untuk membantu lingkungan karena mereka menyadari bahwa plastik tidak bisa terurai secara alami jika hanya dibuang begitu saja. Membakar sampah plastik dianggap lebih baik dibandingkan membuangnya ke saluran air yang bisa menyumbat aliran air.

Sayangnya, kegiatan ini sebenarnya tidak berarti banyak dalam hal membantu lingkungan dan mengurangi pencemaran. Bahkan, tindakan ini justru berbahaya bukan hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi manusia.

Ada alasan kuat untuk hal itu, yaitu :

1. Polusi Udara

Sebuah proses pembakaran pasti menghasilkan asap dan bila dilakukan di tempat terbuka asap itu akan mencemari udara di sekitar dengan berbagai zat berbahaya, seperti Dioksin, Furan, dan Mikroplastik.

Yang terakhir, mikroplastik adalah partikel-partikel plastik yang tersebar di udara karena bahan ini tidak bisa 100% terbakar sempurna ketika dibakar secara biasa. Plastik baru bisa sempurna menjadi abu kalau suhu pembakaran mencapai sekitar 1000 derajat.

Sesuatu yang hanya bisa dilakukan dengan menggunakan incinerator.

2. Penyebab Kanker

Unsur dioksin dan furan yang tersebar ke udara adalah zat yang bersifat karsinogen atau bisa menjadi penyebab kanker bagi manusia.

Berbagai penelitian menunjukkan kedua unsur ini ikut bertanggung jawab terhadap banyak kasus kanker di seluruh dunia.

Dan, ketika sampah plastik terbakar, unsur ini akan terlepas ke udara dan jika terhisap oleh manusia bisa menjadi pemicu hadirnya penyakit berbahaya itu.

3. Melepaskan Gas Rumah Kaca

Setiap proses pembakaran akan melepaskan Karbondioksida ke udara dan begitu juga kalau plastik dibakar. Karbondioksida akan tersebar ke udara.

Gas ini dikenal sebagai salah satu gas rumah kaca yang keberadaannya yang berlebihan akan menumpuk di atmosfir dan kemudian berujung pada pemanasan global.

Jadi, pada dasarnya membakar sampah plastik hanyalah memindahkan pencemaran tanah menjadi pencemaran udara yang sama-sama berbahayanya bagi umat manusia.

Cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan membakarnya dengan incinerator dan merubahnya menjadi energi listrik. Dengan begitu, tidak ada lagi unsur berbahaya yang tersisa dan ada manfaat yang bisa diberikan.

Sayangnya, karena di Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dan incinerator masih merupakan hal yang langka, tentunya hal tersebut tidak bisa dilakukan.

Cara terbaik untuk menangani sampah plastik adalah dengan membuangnya ke tempat sampah.

Memang, pada akhirnya kebanyakan sampah ini akan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir yang mengandalkan sistem Sanitary Landfill alias hanya ditimbun tanah saja. Tetapi, setidaknya efek dari pencemaran yang disebabkan sampah plastik tidak menyebar dan terlokalisir di suatu tempat saja.

Setidaknya ini langkah "terbaik" saat ini sampai Indonesia memiliki pengolah sampah yang layak dan bisa menangani limbah plastik.

Itulah alasan mengapa membakar sampah plastik sebaiknya tidak dilakukan.

Subscribe to receive free email updates: