Hutan Aokigahara : Hutan Bunuh Diri di Kaki Gunung Fuji

Hutan Aokigahara : Hutan Bunuh Diri di Kaki Gunung Fuji

Hutan Aokigahara : Hutan Bunuh Diri di Kaki Gunung Fuji

Hutan Aokigahara adalah sebuah hutan yang berada di sebelah Barat Laut gunung yang menjadi ikon dari negeri Sakura, Jepang. Hutan ini terkenal ke seluruh dunia karena satu hal, yaitu sebagai lokasi favorit untuk melakukan "bunuh diri".

Dalam setahun setidaknya sejak tahun 1961 tercatat lebih dari 200 kali usaha bunuh diri dilakukan di hutan ini setiap tahunnya. Bahkan, ada satu kegiatan tahunan yang dilakukan para relawan setiap tahun, yaitu pencarian mayat.

Aokigahara tercatat sebagai salah satu lokasi bunuh diri no 2 terfavorit di seluruh dunia dan hanya kalah dari Jembatan Golden Gate di San Fransico.

Hutan ini sendiri sebenarnya hanyalah area dengan pepohonan yang sangat padat di area seluas 14 mil persegi di dekat kota Kawaguchiko, Prefektur Yamanashi. Diperkirakan usinya sudah mencapai lebih dari 1200 tahun.

Rapatnya pepohonan di kawasan ini membuat hutan Aokigahara juga memiliki nama lain, yaitu "hutan lautan pohon". Kerapatan pohon di dalamnya membuat cahaya sulit masuk sehingga bahkan di siang hari suasana disana akan terasa seperti malam hari karena gelap.

Selain itu, hutan ini juga dikenal dengan sebutan " lautan pohon Gunung Fuji". Julukan ini lahir dari pemandangan yang diperlihatkan saat angin berhembus kencang dimana pohon-pohon disana terayun dan terlihat mirip dengan ombak lautan.

Salah satu penyebab hutan Aokigahara menjadi salah satu lokasi favorit untuk mengakhiri hidup sendiri diduga dimulai pada tahun 1961.

Pada tahun itu seorang penulis Seichō Matsumoto menerbitkan karyanya yang berjudul Nami no Tō atau Menara Gelombang. Dalam novel ini dikisahkan sepasang kekasih memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka bersama-sama di dalam hutan Aokigahara. Sejak itu penggunaan hutan ini unuk bunuh diri meningkat.

Diperkirakan, sejak tahun 2010, ada 200 kali lebih percobaan bunuh diri disana dan rata-rata angka keberhasilannya mencapai 50-100 kali.

Bunuh diri dalam budaya Jepang sendiri sudah dikenal sejak lama, sejak berabad-abad yang lalu. Beberapa istilah seperti Harakiri, Seppuku adalah bentuk usaha mengakhiri hidup sendiri. Dalam Perang Dunia II pun ada usaha sejenis yang disebut dengan Kamikaze yang dilakukan para pilot Jepang dengan menabrakkan pesawat mereka ke kapal atau pesawat Sekutu.

Tingkat bunuh diri di Jepang sendiri termasuk salah satu yang tertinggi di dunia menurut WHO atau World Health Organization. Diduga karena tingkat stress yang tinggi akibat banyak hal.

Salah satu Youtuber terkenal Logan Paul pernah mendapatkan kecaman keras dari netizen ketika ia membuat video yang berlatar belakang mayat seseorang yang bunuh diri. Tindakannya dianggap banyak pihak sebagai tidak menghargai budaya dan kultur di negara Sakura tersebut. Youtuber berpenghasilan jutaan dollar ini pada akhirnya menghapus videonya dan kemudian meminta maaf akibat tindakannya yang kurang pantas. Kasus ini menyebabkannya juga harus kehilangan banyak sponsor yang merasa tidak nyaman dengan video tersebut.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar