Apa Itu Lab Dips dan Pentingnya Dalam Proses Pewarnaan Kain?


Lab dip hanyalah berupa potongan-potongan kain kecil tertempel pada sebuah karton. Terlihat tidak memiliki banyak hal dan manfaat, tetapi tahukah Anda betapa pentinganya yang namanya lab dip dalam proses produksi kain?

Sangat penting.

Setiap penjual pakaian yang membeli kain langsung dari produsen atau pabrik, biasanya akan selalu meminta dibuatkan lab dip terlebih dahulu sebelum pihak produsen melakukan produksi. Jarang sekali ada yang mau produksi dijalankan kalau mereka belum melihat yang namanya lab dip. Bukan hanya pembeli dalam negeri tetapi bahkan dari luar negeri pun akan melakukan hal yang sama.

Lab dip adalah sebuah hal yang umum dan bagian tidak terpisahkan dalam industri textile atau tekstil dunia.

Apa itu lab dip?

Tes warna.

Itulah penjelasan dari yang namanya lab dip. Kalau mau lebih rinci lagi, lab dip adalah tes warna untuk kain yang diberi warna solid atau umumnya dikenal dengan warna "polos".

Biasanya pembeli kain, (yang langsung membeli dari pabrik kain), akan meminta warna tertentu, sesuai kemauan pasar atau ide desain pakaian yang hendak dijual., sebut saja biru muda yang merupakan warna umum.

Mereka ingin melihat "bukti" apakah pabrik tersebut bisa memproduksi warna seperti keinginannya. Jadi, mereka minta dibuatkan contoh hasil produksi untuk memberi gambaran sejauh apa warna itu akan 'bergeser" atau "berbeda" dengan apa yang diinginkannya.

Hal itu dilakukan karena semua pelaku di dunia bisnis tekstil menyadari bahwa tidak ada kain yang 100% sama.. Jadi, mereka menyadari bahwa hasil produksi sudah pasti akan "berbeda" dan tidak akan sama. Mereka hanya berharap bahwa perbedaan tidak akan begitu jauh dari aslinya. Untuk itulah mereka membutuhkan "sesuatu" untuk memperlihatkan bahwa warnanya tidak akan "bergeser" jauh dari aslinya.

Di pihak produsen kain sendiri, mereka juga mendapat keuntungan dengan membuat lab dip. Mereka bisa menemukan "formula" zat warna yang mendekati kemauan pembeli. Jadi, begitu sudah ada persetujuan dari pembeli, pihak produsen bisa langusng menjalankan mesin dalam jumlah besar.

Jadi, contoh kain yang kecil itu adalah penting karena mempertemukan antara "keinginan" pembeli dengan "kemampuan" penjual.

Biasanya lab dip itu akan diproduksi oleh mesin khusus. yang merupakan ukuran mini dari mesin aslinya. Oleh karena itu, ukuran lab dip biasanya kecil hanya antara 15X20 cm atau paling lebar setengah ukuran A4 karena hanya untuk dipergunakan untuk memperlihatkan warna saja.

Itulah yang namanya lab dip.

Pembeli pakaian jadi biasanya tidak akan pernah melihat lab dip karena benda ini hanya dilihat oleh pabrik kain dan pembeli yang membeli kain langsung dari mereka.


Subscribe to receive free email updates: