Berhenti di atas Zebra Cross itu Melanggar Peraturan dan Merampas Hak Orang Lain


Melambatkan kendaraan saat lampu menyala kuning, sudah seharusnya. Bukan menekan pedal gas sedalamnya agar tidak terkena lampu merah. Untungnya, sudah lumayan banyak pengendara di Jakarta dan banyak kota yang melakukannya. Bahkan, banyak juga yang sudah menyadari, dan memang seharusnya, bahwa ketika lampu merah menyala, maka kendaraan harus diberhentikan. Meski kadang terpaksa, karena ada pak polisi atau karena kendaraan dari arah yang lain sudah melintas.

Setidaknya, sisi positifnya sudah banyak yang mencoba menaati peraturan dasar dalam berlalu lintas.

Cukupkah semua itu? Belum. Sama sekali belum. Ada satu hal lagi yang sebenarnya penting untuk diperhatikan, yaitu "dimana kita berhenti saat lampu merah menyala". Kenyataannya, masih luar biasa banyak pengendara yang tidak memperhatikan hal ini. Banyak dari mereka, baik pengendara motor atau pengemudi mobil yang berhenti di atas zebra cross. Ya, mereka menghentikan kendaraannya tepat di atas zebra cross.

Pada foto di atas, bisa terlihat bahwa bukan hanya pemotor saja yang berhenti di zebra cross, tetapi juga para pengendara mobil. Foto itu adalah cermin keseharian di sebuah pertigaan di Jalan Wahid Hasyim di Jakarta Pusat.

Setiap saat, hal itu terjadi. Tidak pagi, siang, atau sore. Semua melakukannya.

Mereka berhenti saat lampu merah, tetapi tetap saja mereka melanggar peraturan dan merampas hak orang lain dengan cara itu.

Mengapa demikian?

1. Di setiap tempat dimana terdapat lampu lalu lintas atau "lampu merah" ada, bukan hanya ada tiang dengan lampunya saja. Disana pasti akan terdapat juga berbagai garis penunjang dan salah satunya adalah garis putih yang biasanya berada 1/2 - 1 meter dari lampu lalu lintasnya.

Disanalah para pengendara harus berhenti. Tidak diperkenankan pengendara mobil atau motor berhenti melebihi garis putih tersebut.

Selain agar para pengemudi bisa melihat lampu mana yang menyala, juga karena biasanya disana ada Zebra Cross atau garis-garis putih sekitar 1 meter atau lebih (tergantung luas jalan).

2. Zebra Cross inilah yang dipergunakan para pejalan kaki untuk menyeberang jalan di kala lampu menyala merah.

Dengan berhenti tepat di atas zebra cross, maka sudah pasti para pengguna zebra cross alias pejalan kaki akan terhalang. Mereka sulit mencapai seberang karena jalur yang seharusnya mereka lalui dirampas oleh pengendara.

Halangan ini bisa menyebabkan mereka terjebak dan masih berada di tengah jalan ketika lampu menyala hijau. Hal ini bisa membahayakan dan menyebabkan kecelakaan. Bayangkan saja ketika lampu menyala hijau, semua orang segera menekan pedal gas layaknya pembalap dan pejalan kaki masih berada di tengah-tengahnya.

Berhenti di atas zebra cross merampas hak pejalan kaki dan berarti menempatkan mereka berada dalam posisi yang berbahaya. Tidak jarang hal itu menyebabkan mereka harus keluar jalur dan meliuk-liuk di antara celah kendaraan. Mereka terpaksa berbuat salah karena terpaksa.

Oleh karena itu, sudah seharusnya, semua pengendara, baik mobil atau motor memperhatikan dimana mereka harus berhenti saat lampu merah. Semua untuk memastikan bahwa kita menghormati pengguna jalan yang lain, termasuk pejalan kaki, dan jangan sampai merampas apa yang menjadi hak mereka.

Iya kan?

Subscribe to receive free email updates: