Sistem Ganjil Genap Pernah Diberlakukan di Luar Negeri Juga

Sistem Ganjil Genap Pernah Diberlakukan di Luar Negeri Juga

Sistem Ganjil Genap Pernah Diberlakukan di Luar Negeri Juga

Banyak yang misuh-misuh bin menggerutu terhadap kebijakan Pemda DKI Jakarta untuk memperluas pemberlakuan sistem Ganjil - Genap di wilayah ibukota sejak akhir Juli 2018. Tidak sedikit orang yang merasa bahwa hak mereka dirampas dengan penerapan sistem ini.

Tidak sedikit yang berceloteh dan mengkritik Pemda DKI sebagai sebuah sistem yang tidak pernah diterapkan di "negara lain".

Padahal sebenarnya tidak juga. Jakarta bukanlah kota pertama di dunia yang mengatur waktu beroperasi berdasarkan pelat nomor kendaraan yang dipakai. Sudah ada beberapa negara lain yang menerapkannya, seperti Guangzhou dan Beijing di Cina, lalu Bogota di Kolombia.

Bahkan walaupun sementara, di Amerika Serikat sendiri pemberlakuan sistem ganjil genap pernah dilakukan pada tahun 2012 setelah terjadi Topan Sandy. Selama bulan November 2012, di New Jersey dan bahan New York, mobil yang beroperasi di jalan dibatasi karena pasokan bahan bakar yang terbatas dan menipis.

Kota lain di dunia yang pernah memberlakukan juga sistem pelat ganjil genap adalah New Delhi yang memberlakukannya sejak Januari 2016 hingga November 2017 dengan tujuan untuk mengurangi polusi udara di kota itu.

Jadi, sudah ada kota yang pernah dan masih memberlakukan sistem ganjil genap untuk mengatasi masalah yang terjadi di kota tersebut.

Namanya sebuah kebijakan bisa berubah setiap waktu menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Mungkin, suatu waktu ketika mayoritas warga Jakarta sudah terbiasa menggunakan angkutan umum dan pada akhirnya membuat kendaraan pribadi yang berlalu lalang di jalan berkurang banyak, dan kemacetan berkurang. Sistem ganjil genap bisa saja dihapuskan.

Walau, rasanya melihat betapa ruwetnya lalu lintas di Jakarta, hal itu masih akan sangat lama bisa terwujud.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar