Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Setiap berwisata ke suatu tempat, ada baiknya jika kita juga selalu mencoba mendapatkan sedikit pengetahuan terkait dengan tempat yang dikunjungi. Paling tidak, selain kegembiraan dan kesenangan juga kita akan mendapatkan sedikit ilmu dari sana.

Itulah yang membuat saya sedikit melayangkan pandangan ke sekitar saat menunggu keluarga berbelanja oleh-oleh di Aneka Sari Rasa, Jalan Ikan Kakap, Bandar Lampung. Kebiasaan sebagai blogger untuk selalu ingin tahu membuat saya memilih untuk berada di luar dan menghabiskan waktu sejenak.

Biasanya akan selalu ada  saja hal menarik yang ditemukan, apalagi di kawasan tempat membeli oleh-oleh.

Dan, kali ini, yang ditemukan adalah sebuah tempat peribadatan etnis Tionghoa, Vihara Thay Hin Bio.

Tidak dinyana, bangunan itu menyimpan banyak sekali cerita dan sejarah.

Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Vihara ini ternyata merupakan bangunan peribadatan yang sudah berusia lumayan tua. Secara resmi dibangun pada tahun 1898, tepatnya 1 Oktober, yaitu ketika pemerintah Belanda mengeluarkan izin pembangunannya.

Vihara ini merupakan penerus dari "cetiya" (atau tempat pemujaan bernama Avalokiteswara , yang dibangun tahun 1850, rusak dan hancur akibat banjir dan letusan gunung Krakatau tahun 1883.

Pada tahun 1896, namanya masih belum seperti yang dikenal sekarang, tetapi masih berupa tempat persembahan kecil, cetiya juga. Namanya Kuan Im Thing atau Persinggahan Dewi Kwan Im yang merupakan salah satu figur Dewi paling dipuja di masyarakat Cina.

Hanya kemudian karena jumlah pengunjung semakin banyak, barulah di tahun 1967 cetiya mengalami renovasi besar-besaran. Diperbesar dan diperluas sehingga pada akhirnya menjadi Vihara Thay Hin BIo yang berarti Vihara Yang Besar dan Jaya.

Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Vihara Thay Hin Bio tidak banyak berbeda dengan berbagai vihara di daerah-daerah lain. Maklum kan. Warna merah mendominasi. Ukiran atau lukisan dinding menyelimuti bangunan yang kurang lebih seluas 300 meteran. Meja pemujaan dan sebagainya.

Cukup menarik melihatnya. Unik.



Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Vihara Thay Hin Bio, Teluk Betung, Bandar Lampung

Sayang sekali waktu yang terbatas membuat saya kurang punya waktu untuk menjelajahi lebih jauh tentang tempat ini.

Meskipun demikian, melihat vihara tertua di Bandar Lampung, bahkan Lampung ini, hanya menegaskan sesuatu yang sebenarnya sudah diketahui pasti. Masyarakat etnis Tionghoa bukanlah "orang luar".

Masyarakat ini adalah bagian dari bangsa Indonesia dan mereka sudah ada dan hidup sebagai bangsa Indonesia di tanah ini.

Buktinya ya vihara ini yang sudah berdiri sejak berabad yang lalu.

Sesuatu yang tidak seharusnya diungkit, dipermasalahkan, dan dipertentangkan pada masa sekarang.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar