Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Masa Pensiun Datang

Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Pensiun

Pensiun. Sebuah kata yang bisa membua seorang merasakan dua jenis perasaan sekaligus. 

Ada senang karena ketika memasuki periode itu, maka tidak ada lagi pekerjaan-pekerjaan rutin nan monoton yang harus dihadapi. Kebebasan datang dan akan tersedia banyak sekali waktu untuk melakukan apa yang kita mau. 

Di saat bersamaan, suka atau tidak suka ada kegalauan yang kerap menghinggapi seseorang yang akan memasuki usia pensiun. Mayoritas disebabkan karena kekhawatiran akan terhentinya aliran dana yang dipakai untuk menunjang nafkah keluarga. Tidak sedikit yang merasa bingung karena tidak tahu apa harus dikerjakan untuk mengisi waku "bebas" yang begitu berlimpah setelah pensiun nanti.

Sayangnya, suka atau tidak suka, pensiun itu suatu saat pasti akan datang, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai orang upahan, karyawan, buruh. Peraturan ketenagakerjaan telah menetapkan usia pensiun bagi siapapun. Perusahaan sendiri akan berusaha untuk secara rutin memangkas mereka-mereka yang sudah terlalu lama bekerja agar struktur biaya operasi menjadi sehat dan lebih efisien. Maklum saja, semakin lama seorang bekerja, gaji dan tunjangan mereka akan membesar, dan hal ini tidak bagus bagi sebuah perusahaan.

Jadi, terimalah kenyataan kalau seseorang pasti akan memasuki masa pensiun. Bahkan, seorang bisnisman sekelas Jack Ma, si pemilik Alibaba, perusahaan berbasis internet yang kaya itu saja, pada akhirnya pensiun dari perusahaan yang didirikannya.

Siap atau tidak, masa itu akan datang.

Jadi, mengapa kita tidak mempersiapkan diri saja agar saat masa itu tiba, tidak ada lagi kegalauan dan kepusingan? Jika, persiapan sudah dilakukan dengan baik, masa pensiun bisa menjadi masa yang menyenangkan, penuh dengan gelak tawa dan kegembiraan. Tetapi, kalau tanpa persiapan, masa itu bisa menjadi masa yang sangat tidak menyenangkan untuk dijalani. 

Untuk itulah sebisa mungkin, semua orang, terutama yang mendapatkan penghasilan dari bekerja pada orang lain, untuk melakukan perencanaan sebagai persiapan memasuki masa pensiun. 

Apa saja yang harus dipersiapkan? Tidak banyak. Tetapi, kalau dirinci satu persatu akan menjadi sangat banyak sekali. Secara garis besar, ada beberapa hal utama yang harus disiapkan.

MENTAL

Sering tidak disadari tapi beralih dari saat masih aktif bekerja ke dalam masa pensiun kerap menghadirkan masalah mental yang rumit.

Pada saat seorang "bekerja", ia akan merasa menjadi "orang yang berguna", entah bagi institusi dimana ia mencari nafkah atau bagi keluarganya. Ia melakukan banyak hal yang membuat dirinya merasa berguna.. Sebaliknya, setelah pensiun, seringkali para pensiunan merasa dirinya tidak lagi bermanfaat. Tidak lagi bisa memberi kontribusi kepada pihak lain.

Rasa tidak berguna ini sering berubah menjadi tekanan bagi mereka yang tidak mempersiapkan mental mereka saat memasuki masa pensiun.

Untuk itulah, seorang yang sudah mendekati masa pensiun harus mencoba untuk memanage mentalnya sendiri. Ia harus menanamkan dalam dirinya bahwa ia bukanlah orang yang tidak berguna.

Ia bisa mempersiapkan rencana kegiatan yang bisa membangkitkan semangat bahwa menjadi pensiunan bukan berarti menjadi orang tidak berguna.

TABUNGAN

Pensiun dapat diartikan dengan terhentinya atau setidaknya berkurangnya pemasukan uang untuk menunjang kehidupan. Baik pegawai swasta atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) akan selalu berhadapan dengan hal ini.

Meskipun biasanya, seorang karyawan yang menjelang pensiun sudah menyediakan rencana cadangan (berupa bisnis) untuk mendapatkan pemasukan, tetap akan dibutuhkan waktu sebelum semua berjalan. Padahal, argo kehidupan, atau ongkos biaya hidup akan tetap berjalan.

Jadi, sampai aliran pemasukan berjalan normal, perlu dana talangan agar kehidupan keluarga tetap berjalan normal. Dan, memiliki tabungan untuk 1-2 tahun setelah pensiun bisa menjadi sebuah langkah cerdas untuk menghindari tekanan akibat kesulitan keuangan di masa pensiun.

GAYA HIDUP

Paling susah dirubah. Sesuatu yang berkaitan dengan merubah kebiasaan merupakan hal yang sangat sulit dilakukan.

Tetapi, hal itu mau tidak mau harus dipaksakan untuk dilakukan.

Jika terbiasa berbelanja baju baru sebulan sekali sebelum pensiun, tentunya hal itu harus dihentikan karena kalau hal itu terus berlanjut, sementara pemasukan hampir atau tidak ada sama sekali, hasilnya adalah masalah keuangan.

Melakukan perubahan gaya hidup perlu dilakukan, bahkan sebelum benar-benar pensiun. Hal ini akan membantu adaptasi dengan kondisi baru saat setelah pensiun. Kebiasaan makan di luar, tentunya akan memakan ongkos besar, dan hal ini perlu dirubah menjadi, misalkan sebulan sekali saja.

Dan, masih banyak hal lain terkait gaya hidup yang harus disesuaikan menjelang pensiun.

SUMBER PENGHASILAN BARU

Banyak yang berpikir kalau THT (Tunjangan Hari Tua) dari BPJS Ketenagakerjaan cukup. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa tabungan milyaran yang ada di rekening akan memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga setelah pensiun.

Padahal sebenarnya tidak demikian.

Tabungan ataupun apapun namanya, suatu waktu akan tetap habis. Kenapa? Karena akan dipakai dan tanpa diisi ulang. Lihat saja Aqua galon yang diminum setiap hari. Kalau tidak diisi ulang, ya habis lah.

Begitu juga tabungan.

Seorang yang hendak memasuki masa pensiun, haruslah juga memikirkan dan mempersiapkan sumber penghasilan baru. Hal ini untuk memastikan agar pemasukan tetap ada dan kebutuhan hidup akan terpenuhi. Kalau bisa malah supaya gaya hidup tetap stabil.

Sumber ini bisa berbentuk apa saja, mulai dari investasi, bisnis, usaha, atau bahkan bekerja pada perusahaan lain yang mau menerima. Tidak ada ketentuan mana yang terbaik karena tergantung pada kemampuan dan kondisi masing-masing.

Yang pasti, temukan apapun yang bisa mengalirkan uang.

KELUARGA

Interaksi antar anggota keluarga juga akan mengalami perubahan drastis. Seorang istri yang terbiasa melihat suaminya pergi ke kantor mencari nafkah, tiba-tiba harus bersua setiap menit, setiap detik dengan suaminya di rumah.

Tentunya kalau tidak dimanage dengan baik, bisa cenderung menciptakan konflik. Apalagi, tentunya gaya sang suami di kantor masih akan terbawa dalam kehidupan rumahtangga. Padahal, tentunya sangat berbeda sekali antara suasana tempat kerja dan di rumah.

Mempersiapkan seluruh anggota keluarga dan mengajak mereka mempersiapkan pensiunnya sang pencari nafkah akan bisa mereduksi potensi-potensi konflik dan benturan di rumah.

Pensiun tidaklah perlu ditakuti. Bahkan, seharusnya masa pensiun harus disambut gembira. Masa itu akan memberikan lebih banyak kebebasan kepada seseorang untuk melakukan apa yang dikehendaki dan bukan karena terpaksa. Hanya saja, untuk menuju ke arah periode pensiun yang nyaman dan tenang, berbagai persiapan perlu dilakukan agar tidak berubah menjadi masa yang menyebalkan.

Subscribe to receive free email updates: