5 Kiat Menghadapi Wawancara Kerja

5 Kiat Menghadapi Wawancara Kerja

Kiat Menghadapi Wawancara Kerja

Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan dewasa ini mirip sekali dengan kompetisi sepakbola di Liga Premiere Inggris. Sangat ketat. Jutaan orang harus bersaing untuk mengisi lowongan yang jumlahnya mungkin hanya sepersepuluh dari yang membutuhkan.

Untuk memenangkan persaingan ini dan pada akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan, butuh persiapan yang lumayan berat. Salah satu yang paling menentukan adalah dalam hal menghadapi wawancara kerja.

Biasanya, interview dilakukan setelah pelamar menjalani tahap tes tertulis. Bisa terdiri dari beberapa jenjang, tetapi kebanyakan hanya satu tahap saja yang kemudian dilanjutkan dengan tahap wawancara.

Tidak sedikit yang kecewa karena pada akhirnya gagal meyakinkan pewawancara bahwa dirinya layak untuk diterima di perusahaan itu. Hanya sedikit yang pada akhirnya lolos dan kemudian mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan.

Sebenarnya apa sih yang harus dilakukan seorang pencari kerja saat dipanggil untuk wawancara?

Sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi bisa menjadi sulit karena pelamar kerja biasanya tidak mengetahui apa sih yang diinginkan oleh seorang pewawancara terhadap yang diwawancara. Ketidaktahuan ini lah yang kerap menghasilkan tindakan atau ucapan yang pada akhirnya memberi kesan atau impresi negatif kepada si pewawancara.

Sayangnya, kesan negatif itu akan berujung pada kesimpulan bahwa sang pelamar bukanlah "yang terbaik" bagi perusahaan tersebut. Sedikit saja kesan ini timbul, kemungkinan besar sang pelamar tidak akan pernah bekerja di perusahaan itu. Apalagi, pesaingnya banyak.

Ada beberapa kiat yang bisa dipergunakan oleh seorang pelamar kerja untuk bisa memberikan kesan yang meyakinkan kepada si pewawancara. Tidak rumit sebenarnya dan kebanyakan berkaitan dengan diri sendiri, karakter, dan sifat .

Silakan lihat di bawah ini.

Kiat Menghadapi Wawancara Kerja 


1. Datang Tepat Waktu

 

Anda sebal menunggu pacar yang tidak datang tepat waktu saat hendak menonton bioskop? Pasti. Jadi, jangan berbuat hal yang sama saat dipanggil untuk hadir pada wawancara kerja.

Pewawancara, yang biasanya staff HRD (Human Resource Department), juga manusia. Tidak beda dengan Anda atau pacar Anda. Mereka juga bisa kesal dan sebal kalau harus menunggu.

Pekerjaan mereka juga banyak dan untuk melakukan interview mereka harus meninggalkannya selama beberapa saat.

Pastikan yang satu ini. Masalah kecil, tetapi imbasnya besar sekali. Datang terlambat sudah membuat sang pewawancara akan memberikan catatan negatif karena menunjukkan ketidaksungguhan dan kemauan yang kurang.

Jadi, poin paling awal yang harus diperhatikan adalah hal yang satu ini. Bagaimanapun caranya, dan berapapun ongkos pastikan datang pada waktu yang ditentukan.

Datang lebih awal memberikan keuntungan tersendiri karena kesannya baik dan bersungguh-sungguh.

2. Penampilan (Perhatikan!)

 

Rapi! Itu wajib. Dalam pekerjaan apapun, seseorang diharapkan untuk tampil rapi dan tidak berantakan.

Bukan berarti Anda harus memakai pakaian termahal dan baru, tetapi pakaian itu harus membuat Anda terlihat enak dilihat. Seorang yang berpakaian rapi akan memberi kesan bahwa ia bisa melakukan sesuatu secara terstruktur dan teliti.

Berbeda dengan yang datang dengan baju acak-acakan dan kusut. Pewawancara akan berpikir, kalau seorang pelamar mengurus diri sendiri saja tidak bisa, bagaimana kalau diserahi tugas?

Lagi-lagi, kesan negatif akan hadir kalau demikian.

Jangan dipikir berarti harus memakai minyak wangi yang banyak atau lipstik (kalau perempuan) yang tebal. Tidak demikian. Sepantasnya saja. Tidak mencolok tetapi memberi kesan elegan.

3. Jujur (Harus Wajib)

 

Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan dalam wawancara kerja adalah ketika pelamar mencoba terlihat "hebat" dan "berpengetahuan". Padahal, pewawancara biasanya sudah memegang nilai dari hasil tes tertulis dan pastinya sudah dianalisa kemampuan si pelamar.


Jangan coba-coba untuk membual agar diri terlihat hebat dan luar biasa berpengetahuan. Lebih baik mengatakan apa adanya. Kalau tahu, ya jelaskan kepada si pewawancara. Kalau tidak, jangan ragu untuk katakan yang sebenarnya.

Hal itu lebih baik daripada Anda mengatakan tahu tetapi kemudian ketika ditanya lebih lanjut kelabakan sendiri. Hasilnya, sang pewawancara bisa beranggapan Anda gemar berbual atau berbohong.

Susah kalau sudah begini.

4. Percaya Diri Tetapi Jangan Berlebihan

 

Anda akan berada dalam "tekanan" saat diwawancara. Wajar. Situasinya mirip dengan saat ujian skripsi atau ditanya oleh guru saat sekolah, bisa keringat dingin keluar.

Tidak masalah. Namanya juga manusia.

Hanya saja, rasa gelisah yang berlebihan justru akan menghambat Anda mengeluarkan yang terbaik dari diri. Yang seperti ini kerap terwujud secara tidak sengaja dalam gerakan-gerakan tangan atau sikap tubuh. Dan, sayangnya pewawancara itu jeli dan mereka justru akan memanfaatkan kegelisahan ini untuk mengorek dan terkadang menekan untuk melihat reaksi lanjutan.

Tidak ada perusahaan yang ingin karyawannya tidak tahan banting dan gampang stress dalam tekanan. Hal itu bisa berujung pada kesalahan saat bekerja, dan kesalahan berarti kerugian.

Jadi, tetaplah percaya diri. Katakan apa yang ada di pikiran Anda dengan tenang. Perlihatkan kepada sang pewawancara bahwa Anda akan mampu bertahan dalam kondisi di bawah tekaanan sekalipun.

Tapi, juga harus diingat, jangan berlebihan. Hal itu juga akan memberikan kesan buruk.

5. Perhitungkan Permintaan Gaji Anda

 

Seorang pelamar harus mau menganalisa dan mencoba membuat "harga" bagi jasanya. Ingat lho, bekerja di perusahaan itu adalah bisnis juga. Perusahaan akan membeli jasa dari kita dan dibayar dalam bentuk gaji.

Jadi, siapapun yang melamar kerja, harus sudah mempersiapkan besaran gaji dan fasilitas yang diminta.

Jangan sampai terlalu rendah, karena justru akan merugikan diri kita. Meskipun demikian, jangan juga terlalu tinggi karena akan membuat si empunya lowongan mundur.

Lakukan sedikit analisa. Berapa pasaran gaji di bidang kerja tersebut? Berapa upah minimum yang ditetapkan pemerintah? Berapa banyak pengalaman kerja yang kita miliki?

Lalu, wujudkan dalam angka. Kemungkinan bisa terjadi tawar menawar upah mirip dengan jual beli barang di pasar. Hal ini normal saja. Jadi, juga persiapkan untuk melakukan negosiasi.

Nah, itulah kiat menghadapi wawancara kerja.

Prosesnya akan berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Tetapi, intinya akan tetap sama, yaitu bagaimana seorang pelamar bisa meyakinkan kepada sang pewawancara bahwa dialah yang terbaik dari semua pelamar yang ada.

Dan, kesemua itu lebih bergantung pada bagaimana sang pelamar bisa memasarkan diri, sifat, dan karakternya. Oleh karena itu, kebanyakan kiat di atas berkaitan dengan diri sendiri dan interaksi dengan sang pewawancara yang mewakili perusahaannya.

Semoga bermanfaat!
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam dan didelete.

Mohon maaf kalau terkadang admin tidak ada balasan dari admin karena terkadang ada komentar yang dirasa hanya pernyataan dan tidak perlu direspon