Mengapa Tas Ransel Anda Sebaiknya Ditaruh Di Rak Atas Commuter Line

Mengapa Tas Ransel Anda Sebaiknya Ditaruh Di Rak Atas Commuter Line


Tas ransel adalah sebuah jenis tas yang menjadi favorit banyak orang. Kepraktisan yang ditawarkannya membuat disukai pria atau wanita, tua atau muda. Semua senang menggunakan tas yang satu ini.

Selain karena isinya banyak dan beragam. Sebut saja mulai dari sekedar makan siang, buku pelajaran, baju ganti, sampai dokumen kerja penting bisa dimasukkan ke dalamnya.

Cara mengenakannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kalangan muda gemar menyampirkan di bahu agar terlihat trendy. Kalangan yang lebih tua dan anak-anak lebih menyukai menggendongnya karena isinya biasanya lebih banyak. Masing-masing memiliki cara tersendiri untuk memakai si tas dengan dua sabuk ini.

Sisi kepraktisan yang ditawarkan tas jenis inilah yang membuat banyak komuter, sebutan untuk pengguna jasa KRL Jabodetabek yang sekarang bernama Commuter Line, yang jatuh hati kepadanya. Banyak sekali dari mereka yang memakainya setiap hari dalam aktifitasnya.

Perhatikan saja di stasiun dimanapun. Tidak akan sulit untuk menemukan orang-orang, termasuk pekerja kantoran menggendong ransel. Bahkan, di dalam kereta sekalipun ada orang yang "seperti" tidak mau berpisah dengan tas kesayangannya itu.

Ada yang tetap menggendongnya di punggung, tetapi ada juga yang memakainya di depan, di dada/perut dan bukan punggung. Semua pasti punya alasan.

Sayangnya kedua cara ini sebenarnya bukanlah cara yang terbaik menggunakan tas ransel di dalam kereta. Bukan apa-apa, hal itu bisa memberikan akibat kurang baik bagi si pemilik dan orang-orang di sekitarnya. Ya, sesuatu yang tidak menyenangkan bisa terjadi jika tetap memaksakan untuk memakai tas ransel di dalam kereta, apalagi yang penuh sesak.

Alasannya adalah ;

1. Menimbulkan gangguan pada orang lain

Manusia akan selalu bergerak. Itu adalah kodratnya. Bahkan saat tidur pun manusia akan terus bergerak, meski tidak disadari.

Nah, sebuah tas gendong yang berada di punggung, tentunya akan bergerak mengikuti arah kemana si pengguna bergerak. Pengguna ke kiri, sang tas akan berayun ke kiri. Pemakai condong ke kanan, si tas akan patuh mengikutinya.

Sayangnya, karena di punggung manusia tidak ada mata, maka kita tidak akan bisa melihat pergerakan tas. Tas itu bisa mengenai orang lain. Apalagi, sabuk tas gendong seperti itu biasanya panjang dan sebuah ayunan badan dari penggunanya bisa membuat tas tersebut seperti sabuk yang bisa menyakiti orang yang terkena.

Bahkan ketika diletakkan di depan pun, dalam kondisi kereta yang padat, tas ransel yang padat dan gendut, bisa mengenai orang yang sedang duduk di depannya.

2. Makan Tempat

Dalam sebuah Commuter Line yang padat di saat jam sibuk. Tempat itu berharga, tidak berbeda dengan tanah di Jakarta, yang mahal. Beberapa sentimeter saja penting untuk berdiri dengan tegak dan tidak terdorong kesana kemari.

Penumpang biasanya akan sangat rapat sekali dan sering tidak ada sisa tempat.

Sebuah tas gendong yang penuh sesak isinya, akan memakan tempat-tempat itu dan hasilnya membuat susah orang lain untuk berdiri dengan tenang. Apalagi kalau dikenakan di punggung. Sangat besar kemungkinan tas ransel gendut ini membuat orang lain tergencet. Itulah mengapa PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) mengeluarkan slogan "Barang bawaan Anda tidak membayar tiket, jadi jangan sampai membuat orang lain tergencet".

Ditaruh di bawah pun menyusahkan karena membuat orang susah berdiri dan cenderung bisa terinjak-injak.

3. Menjadi Sasaran Tindak Kejahatan

Dalam situasi kereta yang padat, susah bagi kita untuk memantau pergerakan "tangan". Perhatian biasanya terfokus pada bagaimana mengatur keseimbangan badan yang terus menerus harus berubah menyesuaikan dengan irama kereta.

Belum lagi kesulitan bergerak karena himpitan penumpang lain. Jadilah, suka atau tidak suka, kewaspadaan akan berkurang.

Padahal, tas ransel biasanya kerap diisi dengan banyak hal, mulai dari yang tidak penting, pakaian dalam kotor hingga dompet dan smartphone (biasanya diniatkan untuk menghindari / menyusahkan si "tangan panjang")

Dalam kondisi dimana kewaspadaan berukurang karena situasi, tas ransel yang berada di punggung atau di depan, bisa menjadi sasaran kejahatan.

Meskipun keamanan di atas Commuter Line atau si KRL Jabodetabek sudah jauh membaik dibandingkan dulu, tetapi bukan berarti tidak pernah ada kejahatan terjadi. Cukup banyak kasus kehilangan barang, seperti ponsel, yang terjadi.

Dalam beberapa kasus kehilangan barang terjadi pada benda yang berada di dalam tas ransel tadi. Penggunanya tidak merasakan kalau ada tangan yang membuka relsleting yang banyak ada pada tas jenis ini.

Jadi, sebaiknya tas ransel memang diletakkan pada tempatnya saat sedang berada dalam kereta.

Untuk yang mendapat tempat duduk, tempat terbaik untuk tas kesayangan itu adalah di pangkuan Anda. Dengan begitu tidak akan menimbulkan gangguan pada orang lain sekaligus memastikan keamanannya.

Bagi penumpang yang berdiri, tempat terbaik dan teraman adalah di rak barang yang biasa ada di atas tempat duduk. Jika diletakkan disana, maka menghindari tas itu mengganggu penumpang lain. Di saat bersamaan, karena letakknya berada di ruang terbuka, akan lebih mudah mengawasinya dari tangan-tangan tak bertanggungjawab.

Bagaimana kalau keretanya sudah penuh sesak dan sulit menjangkau rak barang? Memang sebuah masalah kalau kondisinya seperti ini, tetapi dengan ucapan "Bisa minta tolong pak/bu?" semua bisa terpecahkan.

Sudah menjadi kebiasaan umum di atas kereta untuk saling membantu. Dalam hal ini, ucapan itu bisa membuat tas ransel kesayangan Anda tiba di rak barang lewat tangan orang lain. Kebanyakan penumpang menyadari bahwa tas apapun memang sebaiknya diletakkan disana (daripada mengganggu mereka nantinya).

Jadi, jangan lupa kawan untuk segera meletakkan tas ransel kesayangan Anda di rak barang saat naik Commuter Line.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam dan didelete.

Mohon maaf kalau terkadang admin tidak ada balasan dari admin karena terkadang ada komentar yang dirasa hanya pernyataan dan tidak perlu direspon