4 Hal Ini Bisa Membuat Resepsi Pernikahan Jadi Bahan Gunjingan

4 Hal Ini Bisa Membuat Resepsi Pernikahan Jadi Bahan Gunjingan

Hal Ini Bisa Membuat Resepsi Pernikahan Jadi Bahan Gunjingan

Pesta pernikahan atau resepsi pernikahan adalah sebuah ajang sepasang pengantin, dan keluarganya berbagi kebahagiaan yang mereka rasakan kepada orang lain. Istilah lainnya adalah pesta dimana sang raja dan ratu sehari akan mengundang dan menjamu orang-orang yang mereka kenal, baik sanak saudara, rekan sekerja, atau teman untuk hadir dan ikut berbahagia.

Untuk itulah, sepasang pengantin yang baru saja menikah harus berperan sebagai tuan rumah. Mereka akan menyediakan makanan dan minuman untuk menyenangkan dan menyambut para tamu yang hadir dalam pesta tersebut.

Tentunya, sebagai tuan rumah, mereka berharap bahwa hari itu bukan hanya tidak terlupakan bagi mereka, tetapii juga bagi mereka yang datang. Untuk itulah terkadang pihak pengantin tidak akan segan mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan. Tidak jarang mereka harus berhutang kepada pihak lain demi kemeriahan pesta mereka.

Sayangnya, banyak pengantin yang tidak menyadari bahwa untuk mengadakan sebuah pesta dibutuhkan kemampuan organisator yang pandai.

Tanpa ada koordinasi yang baik serta perhitungan yang pas, sebuah pesta pernikahan bisa menghasilkan sesuatu yang berkebalikan dari yang diharapkan. Semua pengantin tentunya berharap para tamunya terkesan dan membawa kenangan baik dan tak terlupakan saat pulang.

Sayangnya, kelalaian dalam hal-hal kecil, justru bisa membuat sebuah resepsi pernikahan menjadi bahan gunjingan tak henti dari mereka yang hadir. Tidak jarang pada akhirnya menimbulkan kesan dan pandangan negatif dari para tamunya.

Ada paling tidak 4 hal yang harus selalu diperhatikan ketika menyelenggarakannya. Hal-hal ini sangat rentan membuat orang bergosip ria, bahkan ketika acaranya masih berlangsung.

Hal-hal tersebut adalah

1). Makanan

Jangan sampai kurang. Lebih baik bersisa daripada kurang. Kalau lebih bisa dibagi kepada yang membutuhkan, tetapi kalau kurang, tiada ampun. Gunjingan akan dimulai pada saat sang tamu masih memegang piring yang terpaksa kosong karena makanan di meja prasmanan sudah kosong.

Kebanyakan tamu di pesta pernikahan kerap kali datang bukan hanya sekedar untuk mengucapkan selamat kepada mempelai dan keluarga. Mereka juga ingin menikmati pesta dan dalam hal ini, berarti makan sepuasnya.

Pandangan seperti itu pada akhirnya sering mendorong mereka sengaja tidak makan atau menunda makan dengan harapan bahwa hal itu akan disediakan pihak sang pengundang, sang pengantin.

Sayangnya, terkadang dalam adat pernikahan modern di Indonesia, kerap terjadi salah perhitungan. Baik jumlah undangan yang melebihi porsi makanan yang dipesan, atau bahkan seringnya para tamu membawa rombongan yang banyak sekali.

Hal ini bisa membuat jumlah makanan yang disediakan tidak mencukupi.

Dan ada pepatah lama, bahwa "Ini urusan perut bung!". Maknanya berurusan dengan orang yang lapar itu susah. Kerap kali mulut dan tindakan mereka tidak lagi terjaga karena didorong rasa lapar di perut.

Pesta pernikahan dengan makanan yang kurang sudah hampir pasti akan menjadi bahan omongan dan gosip selama beberapa minggu ke depan. Jangan heran juga kalau ada yang masih mengingatnya bertahun-tahun kemudian.

Jadi, pastikan makanan yang disediakan cukup. Buat cadangan yang dapat disuguhkan untuk menghindari yang seperti ini.

2) Acara Terlambat

Dulu zaman sekolah, banyak murid yang berusaha kabur saat upacara bendera diadakan. Alasan utamanya karena mereka malas berdiri terlalu lama.

Dan, bisa dibayangkan bagaimana perasaan para tamu saat harus berdiri dan menunggu acara untuk dimulai? Belum lagi ditambah dengan perut yang keroncongan saat belum diisi?

Standing party alias pesta sambil berdiri sepertinya sudah menjadi sebuah kebiasaan tersendiri dalam budaya resepsi pernikahan di Indonesia. Kepraktisannya menggeser kebiasaan lama yang menyediakan kursi dan meja makan.

Sayangnya, pesta jenis yang satu ini memiliki resiko tersendiri juga. Resikonya ya itu tadi, ketepatan waktu adalah segalanya.

Pergeseran acara yang disebabkan penghulu terlambat datang, atau perias belum selesai akan secara otomatis menggeser susunan acara. Sayangnya, kalau terlalu lama, hal itu akan memberi kesan negatif dari para undangan kepada pihak penyelenggara, yaitu kedua mempelai (dan keluarganya tentunya).

Kaki pegal dan perut lapar adalah kombinasi hal yang mirip api dan bensin untuk menyulut gunjingan tak henti selama beberapa hari, bulan, dan bahkan tahun.

Kehadiran koordinator yang bisa memastikan semua proses berjalan sesuai waktu yang ditetapkan bisa mengurangi kemungkinan yang satu ini.

3) Tempat Sempit

Anda suka berada di pasar yang penuh kerumunan orang? Kebanyakan orang tidak karena itulah pasar tradisional mulai tergusur oleh peran toko atau supermarket modern yang menjanjikan kenyamanan.

Lalu, bayangkan berada di sebuah gedung dengan lahan terbatas dipenuhi oleh ratusan orang? Kemudian, makan pun harus ikut antrian panjang dan setelah itu harus makan sambil berdiri.

Sangat tidak nyaman. Bahkan, lebih nyaman menikmati makanan di angkringan karena bisa lesehan.

Sebuah pesta pernikahan yang terlalu penuh sesak pun bukan pertanda baik dan kemakmuran. Hal itu justru bisa berakhir sebaliknya. Gosip dan gunjingan akan keluar tak henti.

Siapapun tidak akan bisa menikmati pesta kalau harus terus bersenggolan dengan orang lain bahkan sekedar untuk menikmati hidangan.

Celotehan "Pengantinnya serakah nih mengundang terlalu banyak orang padahal tempatnya sempit" tidak urung keluar. Bibit-bibit gunjingan kalau mempelai hanya mengincar "amplop" sebanyak mungkin, secara tidak disadari akan tertanam pada benak yang hadir.

Padahal, mungkin saja hal itu terjadi karena ketidaksengajaan, seperti para tamu datang pada saat bersamaan.

Tetapi, besar kemungkinan adalah karena pihak mempelai memang terlalu banyak menyebarkan undangan tanpa berhitung kapasitas gedung atau tempat resepsi. Bisa juga karena waktu yang disediakan pihak gedung memang biasanya terbatas hanya 3-4 jam saja.

Perencanaan dan perhitungan yang matang sebelum undangan diedarkan menjadi kuncinya. Kalau ditambah dengan pengetahuan kebiasaan, seperti bahwa satu undangan tidak selalu sama dengan 1-2 orang di Indonesia, bisa membuat perhitungan tempat lebih matang. Maklum, bagi banyak orang Indonesia menerima 1 undangan kerap diartikan sama dengan undangan makan bersama satu keluarga.

Mengadakan pesta dengan undangan terbatas yang disertai dengan konfirmasi berapa orang yang datang bisa menjadi pilihan mengatasi hal ini.

4) Pengantin Tidak Datang

Kalau tiga hal yang lain masih bisa diatasi, yang keempat ini sangat sulit ditangani pihak mempelai manapun.

Satu-satunya usaha terbaik adalah dengan memohon kepada Tuhan bahwa pengantin, baik pria atau wanita tidak berubah pikiran di detik terakhir. Juga, berdoa supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan kepada mereka.

Ketidakhadiran pengantin, baik salah satu pihak, atau keduanya, tidak akan tidak, akan menjadi headline di masyarakat. Headline yang tidak akan pernah baik kalau pernikahan itu tidak terjadi. Mau dekorasinya sebagus apapun dan hidangan yang disajikan seenak dan semahal apapun tidak akan bisa meniadakan kesan buruk ketika mempelai tidak duduk di pelaminannya.

Tidak beda ketika aktor dan aktris utamanya tidak datang karena film tidak akan bisa dibuat.

Gunjingan akan dimulai ketika para tamu mengetahui bahwa pengundang mereka tidak akan tampil menyambut mereka.

Nah, itulah 4 hal yang paling penting harus diperhatikan saat menyelenggarakan sebuah pesta perayaan pernikahan. Kegagalan dalam memastikan hal-hal ini efeknya membuat sebuah pesta pernikahan menjadi "tak terlupakan".

Sayangnya, dalam artian sangat negatif dan tidak baik.

Oleh karena itu, dimanapun Anda dan pasangan hendak menikah, pastikan semua terencana dan terorganisir dengan baik. Jika perlu, sewa jasa wedding organizer. Tidak seratus persen menjamin, tetapi di tangan mereka yang sudah terbiasa menyelenggarakan acara, setidaknya potensi hal-hal buruk terjadi bisa diminimalkan.

Jangan sampai momen indah menjadi kenangan buruk seumur hidup.

Iya kan?

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam dan didelete.

Mohon maaf kalau terkadang admin tidak ada balasan dari admin karena terkadang ada komentar yang dirasa hanya pernyataan dan tidak perlu direspon