Tidak Bisa Sukses Kalau Tidak Punya Target

Tidak Bisa Sukses Kalau Tidak Punya Target


Sukses adalah sesuatu yang diimpikan oleh setiap manusia di muka bumi. Hampir tidak ada orang di dunia yang tidak berkeinginan untuk bisa meraih kesuksesan. Semua orang ingin mencicipi puncak tangga kesuksesan. Termasuk Anda kan?

Tetapi, sebelum berbicara lebih lanjut tentang sukses dan kesuksesan, pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri tentang satu hal. Hal itu adalah apakah sebenarnya "TARGET" kita dalam kehidupan ini.

Sudah kah Anda memilikinya? Atau, pernahkah Anda memikirkn hal tersebut?

Kalau belum, berarti Anda belum sukses dan bahkan belum siap untuk menjadi orang "sukses".

Kurang ajar memang terdengarnya kalau ada yang mengatakan bahwa karena tidak punya target berarti Anda belum menjadi orang sukses. Sayangnya, itulah fakta dan kenyataannya. Tanpa adanya target, maka tidak ada yang namanya sukses atau kesuksesan.

Silakan saja buka Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk kata "SUKSES" atau kalau mau terlihat lebih keren buka kamus Bahasa Inggris keluaran manapun. Kemudian, cari kata "Success" yang merupakan kata dalam bahasa Inggris untuk sukses.

Lalu, silakan renungkan apa makna kata tersebut. Boleh baca berulangkali supaya tidak takut salah dalam mengartikannya.

Inti kata dari sukses adalah "tercapainya (terpenuhinya) sebuah tujuan atau target". Dalam bahasa Inggris, success is "the accomplishment of an aim or purpose". Maknanya sama antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Aim/purpose = target/tujuan.

Jadi, kata sukses akan selalu berkaitan dengan tujuan dan target yang hendak dicapai. Ketiadaan tujuan atau target secara otomatis akan membuat yang namanya sukses tidak akan pernah ada di dunia. Jadi, jika Anda tidak memiliki target atau tujuan, jangan pernah mengklaim diri sendiri sebagai orang sukses karena hal itu tidak mungkin.

Memang, ada pandangan umum bahwa seorang yang bergelimang harta sudah pasti adalah orang sukses. Budaya materialisme dalam masyarakat lah yang membentuknya. Tetapi, benarkah sang hartawan tersebut sudah merasakan hal yang sama dengan pandangan masyarakat?

Benarkah orang miskin yang hidup kekurangan bisa dianggap orang yang tidak sukses?

Belum tentu.

Masing-masing orang punya target dan tujuan hidup yang berbeda.

Seorang miskin dan tidak punya harta banyak biasanya memiliki target sederhana yang sederhana pula. Biasanya mereka tidak memasang sesuatu yang muluk-muluk untuk dikejar karena mereka tahu keterbatasan yang dimilikinya.

Mereka mungkin hanya menargetkan punya rumah sederhana, sebuah sepeda untuk pergi ke tempat kerja, atau agar anak-anak mereka bisa sekolah sampai jenjang SMA. Dan, ketika target sederhana terpenuhi, maka mereka akan merasa bahagia. Semua karena apa yang ditargetkan itu sudah tercapai.

Bandingkan dengan seorang kaya yang ingin punya uang 10 trilyun, tetapi pada akhirnya, kekayaannya hanya sampai pada angka 3 trilyun rupiah saja, apakah mereka akan merasa bahagia? Kemungkinan tidak karena apa yang mereka idamkan tidak tercapai.

Sukses adalah sebuah kata yang memerlukan standar untuk diukur pencapaiannya. Oleh karena itu, tanpa adanya patokan, maka tidak bisa dihasilkan kesimpulan akhir apakah seorang sudah sukses atau belum.

Dan, patokan itu baru bisa ada kalau targetnya sudah ada. Kalau belum, ya tidak akan bisa diukur.

Itulah mengapa kalau memang Anda ingin sukses, tentukan dulu targetnya di awal. Kemudian kejar dan usahakan dengan berbagai cara agar target itu terpenuhi. Barulah kalau apa yang dikehendaki sudah tercapai, boleh lah Anda mengklaim sebagai orang sukses (dalam hal apa yang diinginkan).
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam dan didelete.

Mohon maaf kalau terkadang admin tidak ada balasan dari admin karena terkadang ada komentar yang dirasa hanya pernyataan dan tidak perlu direspon